oleh

Kisah Pilu Korban Kebakaran Pasar Wameo

BAUBAU – Peristiwa kebakaran yang terjadi di Kelurahan Tarafu Kecamatan Batu Poara Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Selasa malam (30/1/2018) menggoreskan luka pilu.[sg_popup id=”8″ event=”onload”][/sg_popup]

Salah satu korban Adalah Sumiati (56), bersama suaminya Abumaib (70), dan anaknya Marda (25). Warga asal Ternate yang sudah tinggal menetap di Baubau sejak tahun 2007 lalu ini, hanya bisa tawakal melihat kios yang menjadi sumber kehidupan sehari-harinya menjadi arang akibat dilahap si jago merah.

“Awal kejadian saya baru saja selesai mengerjakan shalat, tiba-tiba saya dikagetkan teriakan warga. Saya pun seketika keluar untuk melihat apa yang terjadi, ternyata api mulai menyala dan membakar tempat-tempat sekitar. Saya pun bergegas menyelamatkan barang berharga yang sempat saya selamatkan,” ungkap Sumiati pada.

Kata dia, barang yang bisa diselamatkan hanya satu buah kulkas, TV, Speaker serta baju yang melekat dibadan. Sementara yang lainnya hangus terbakar menjadi arang. Ditaksir kerugian mencapai 100 juta rupiah.

“Saya taksir harta saya yang raib sekitar 100 juta rupiah karena didalam kios masih ada lima buah TV, satu buah kulkas, BPKB motor, emas dan uang tunai tiga juta,” bebernya.

Sumiati bercerita kegiatan kesehariannya menjual sembako, seperti gula beras dan bahan-bahan pokok lainnya.

“Untuk sementara ini saya bersama suami dan anak akan tinggal di rumah kerabat yang lokasinya tidak jauh dari pasar Wameo,” ujarnya.

Dirinya berharap Pemerintah Kota Baubau dapat membantu korban kebakaran Pasar Wameo.

“Semoga Pemda dapat melihat kami yang sekarang tak punya apa-apa karena harta kami sudah habis terbakar api, yaa setidaknya kami dibangunkan rumah untuk tempat tinggal,” tandasnya.

Reporter: Ardilan
Editor: Kardin

Terkini