Reporter : Ali
Editor : Kang Upi
LABUNGKARI – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) diminta menggenjot pembangunan infrastuktur di Kawasan Labungkari sebagai ibu kota kabupaten.
Hal itu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) RI Nomor 15 Tahun 2014 tentang pembentukan daerah tersebut sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB).
Diungkapkan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Buteng, Firman Kasim, SH, bahwa sikap KNPI terkait pembangunan Labungkari sebagai ibu Kota Kabupaten Buteng bersifat final.
“Pemerintah harus mengeksekusi pembangunan kantor di pusat ibu kota yang telah ditetapkan sesuai landasan hukum pemekaran daerah otonomi baru dimana Labungkari sebagai ibu kota,” tegas Kasim kepada mediakendari.com di Lakudo, Buteng, Minggu (1/9/2019).
Terkait percepatan pembangunan Labungkari, kata pria yang biasa disapa Firman ini, Pemda Buteng telah melakukan berbagai upaya membangun insfrastruktur pengembangan kawasan Labungkari.
Namun, lanjutnya, sejumlah persoalan masih menjadi kendala seperti polemik klaim kepemilikan tanah oleh masyarakat setempat dan minimnya anggaran.
“Saat ini pemerintah sudah membuat peletakan dasar pembangunan kota seperti rumah sakit dan membuat beberapa ruas jalan untuk akses perkantoran. Kita harus bijak melihat persoalan ini,” kata Firman
Menurutnya, Jika ada yang mengatakan pembangunan Labungkari belum menunjukan progres itu disebabkan minimnya anggaran dan kalau kita melihat masih ada juga polemik lahan.
Baca Juga:
- AWAS SPK BODONG! Bos PT APNI Ana Shela Tiara Tegaskan: Hanya APNI Kontraktor Tunggal di IUP PT Bososi Pratama
- Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Dilaporkan ke KPK! Diduga Terima Aliran Dana Tambang Rp 2,09 Triliun PT TMS
- Subuh Berkah di Laeya: Kapolres Konsel Safari Subuh Keliling, Ajak Warga Jauhi Narkoba dan Judol
- Kampung Salo Digerebek! Polda Sultra Sita Senjata, Bong Sabu dan Buku Transaksi – 11 Orang Diciduk
- Kapolres Konsel Tanam Harapan di Laeya: Satu Pohon Kelapa untuk Masa Depan
- Diduga Uang Miliaran Mengendap, AMPUH Sultra Desak Kajati Sugeng Riyanta Ungkap Dugaan Tipikor Proyek BPBD Konawe Utara
Firman juga menjelaskan, untuk membangun daerah guna meningkatkan pelayanan publik sesuai kepentingan masyarakat. Maka pembangunan pusat kota bisa menjadi solusi percepatan pembangunan. Sehingga, diharapkan kerja sama semua pihak demi terlaksananya percepatan pembangunan.
“Membangun daerah baru perlu kerja sama semua pihak. Pemuda, pemerintah dengan sejumlah organisasi perangkat daerah juga masyarakat harus sejalan. Kita semua inginkan Buteng menjadi salah satu daerah yang cepat berkembangan baik dari segi pembangunan infrastruktur, pemberdayaan dan ekonomi masyarakat selalu mengalami kemajuan,” tutup Firman. /B











