oleh

Komitmen Kendalikan Inflasi, TPID se Sultra Belajar ke TPID Jawa Timur

-NEWS-371 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Inflasi Sulawesi Tenggara per 1 Oktober 2022 mencapai 6,23 % (ytd), yang didorong kenaikan harga komoditas dari komponen administered price atau harga yang diatur pemerintah, seperti bensin dan angkutan udara.

Capaian inflasi dimaksud sudah berada di atas target inflasi tahunan tahun 2022 sebesar 3%+-1%, perlu menjadi perhatian bersama.

Sementara itu, komponen volatile food saat ini mendorong inflasi lebih tinggi dengan catatan inflasi sebesar 1,87 % (ytd), yang didorong komoditas pangan seperti Bawang Merah dan Telur.

Menindaklanjuti sumbangan inflasi yang tinggi, demi menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara didukung Pemerintah Pusat melalui berbagai alokasi dana pengendalian inflasi, seperti realokasi subsidi BBM melalui berbagai bantuan sosial dengan tata kelola yang baik.

 

Sementara itu, dalam menangani inflasi komponen Volatile Food, diperlukan berbagai upaya pengendalian harga sesuai dengan strategi 4K.

Melalui kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemprov Sultra beserta Bank Indonesia telah melakukan strategi pengembangan komoditas strategis seperti telur ayam ras dan bawang merah.

Sebagai upaya akseleratif dalam penanganan inflasi, pada tanggal 2 – 3 November 2022 TPID se-Sulawesi Tenggara melaksanakan Studi Banding ke TPID Jawa Timur dan Blitar yang mempunyai program-program unggul dalam pengendalian inflasi.

Baca Juga : Rocky Gerung Bakal Jadi Pembicara Dalam Seminar “Satu untuk Sultra” Pekan Depan

Dijelaskan Kepala BI Sultra Doni Septadijaya, menuturkan pelaksanaan Studi Banding TPID se-Sulawesi Tenggara di Jawa Timur diperuntukkan untuk memahami lebih lanjut Program Pengendalian Inflasi TPID Provinsi Jawa Timur.

Pasalnya, TPID Jatim dinilai mampu memanfaatkan alokasi anggaran pengendalian inflasi dengan bekerja sama dengan BUMD secara efektif, dan TPID Kabupaten Blitar yang berhasil memperoleh TPID Award 2021.

Kabupaten Blitar juga sebagai salah satu Kabupaten/Kota Berprestasi melalui program ketahanan pangan pada komoditas telur ayam ras.

“Selain itu, pada kegiatan dimaksud juga dilakukan kunjungan ke Klaster Telur Ayam Kab. Blitar untuk memahami best practice proses bisnis Klaster Telur Ayam dari hulu hingga hilir yang potensial untuk diadopsi di Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Baca Juga : Progres RS Tipe D Kendari Capai 50%, Ditarget Rampung Desember

Selanjutnya, sebagai tindak lanjut konkret Studi Banding dimaksud, maka setelah pelaksanaan kegiatan dimaksud akan dilaksanakan diskusi terbuka dengan beberapa OPD anggota TPID.

Hal tersebut terkait optimalisasi penggunaan alokasi anggaran oleh Pemerintah Pusat untuk pengendalian inflasi daerah, serta diskusi terbuka terkait isu pemenuhan stok komoditas beras dan bawang merah menjelang akhir tahun.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, TPID se-Sulawesi Tenggara akan hadir terdepan dalam merespon inflasi daerah melalui berbagai program yang akseleratif dan sinergis.

“Ke depan, dengan komitmen yang dibarengi dengan langkah yang strategis dan inovatif, maka diharapkan TPID Provinsi Sulawesi Tenggara dapat menjadi salah satu pemenang TPID Award 2022,” pungkasnya.

Reporter: Sardin.D

Facebook : Mediakendari