Reporter: Syaud Al Faisal
Editor: La Ode Adnan Irham
LABUNGKARI – Bupati Buton Tengah (Buteng), Samahuddin membantah tegas isu yang beredar di masyarakat Buteng yang menyebut lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pertama (JPTP) hanya formalitas belaka, karena sudah ada “main mata” antara peserta, panitia maupun Bupati.
“Seleksi ini terbuka untuk siapa saja yang memenuhi syarat, dan saya haramkan jika ada yang main uang ataupun main mata. Percuma seleksi kalau sudah ada orangnya, kalau begitu percuma ada pansel, saya akan pecat kalau ada,” ujar Samahuddin saat dikonfirmasi di depan Kantor Bupati, Senin (14/11/2019).
Di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Tengah, Kostantinus Bukide saat dikonfirmasi menjelaskan, seleksi JPTP benar-benar secara terbuka dan kompetitif di kalangan peserta tes, dengan memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan, dan pelatihan serta rekam jejak jabatan dan integritas.
BACA JUGA :
- Tri Saktiawan Nahkodai Perindo Konawe, Target Raih Lima Kursi Legislatif
- Tri Saktiawan Nahkodai Perindo Konawe, Kepengurusan Baru Periode 2024–2029
- Kapolda Sultra Terima Audiensi Bea Cukai, Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Rokok Ilegal
- Satgas KSD DPP LAT Layangkan Surat Kedua ke SCM, Perkuat Sinergi Jaga Kedaulatan Sumber Daya
- LSM FKPK dan GERAK Minta Pernyataan Sekretaris LPM soal Kepemilikan Wisata Pantai Toronipa Diuji
Saat ini seleksi sudah tahap asesmen, dimana tim asesor dari akademisi dan tokoh masyarakat, sementara Sekda ketua pansel. 40 peserta telah lolos administrasi dari 9 jabatan yang dilelang. Asesor melihat kompetensinya baik itu kompetensi manajerial, kompetensi teknisnya dan mempunyai bobot nilai 40 persen.
“Jadi jelas tidak ada main mata antara peserta,” bantahnya.
Kostantinus menuturkan, di tahap administrasi 5 nama yang tidak bisa lanjut ke tahap asesemen tes, 3 peserta gugur karena usia dan 2 peserta terkait izin Pejabat Pembina Kepegawaian (PKK).
Lanjutnya, lelang JNPT dilakukan transparan sehingga calon kepala dinas yang lulus seleksi nantinya murni karena kapasitas dan keahlian yang dimiliki.
“Kita akan terbuka silahkan adik-adik cek dan kita pansel hanya sebatas tiga besar, setelah itu kita serahkan ke Bupati, dan pansel pastikan dari ketiga nama yang kami usulnya nantinya memenuhi syarat,” pungkasnya. (A)











