Redaksi
KENDARI – Status darurat banjir di Kabupaten Konawe, terus mendapatkan perhatian dari sejumlah kalangan baik di level daerah maupun nasional. Salah satu yang memberikan dukungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Pusat melalui program LPS Peduli.
Dalam program LPS Peduli ini, korban bencana banjir di Posko Pengungsian di Desa Lalonggotomi Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe, diberikan bantuan sembako dan pengobatan gratis.
Kehadiran jajaran tim LPS Pusat yang hadir untuk menyalurkan bantuan melalui program LPS Peduli, diterima langsung Camat Pondidaha, Muhammad Nur.
Direktur LPS Pusat, Trisna Restu menjelaskan LPS Peduli merupakan program yang dicanangkan di instansi yang dipimpinnya untuk menyalurkan bantuan bagi korban bencana di seluruh Indonesia.
Untuk di Kabupaten Konawe, LPS menyelenggarakan pengobatan gratis dengan melibatkan sebuah organisasi relawan kesehatan yang dilibatkan dalam program LPS Peduli.
“Kami juga memberikan bantuan perlengkapan dan kebutuhan untuk anak dibawah lima tahun seperti popok, susu serta makanan bayi,” jelasnya.
Baca Juga :
- Direktur Penyidikan Jampidsus Dikonfirmasi Penindakan Hukum Terkait Sanksi Satgas PKH Rp2,19 Triliun terhadap Istri Gubernur Sultra ASR Belum Merespons
- Perubahan APBD 2026 Sultra Fokus Perkuat Pelayanan Dasar dan Pembangunan Daerah
- Kejati Sultra Akui Geledah Rumah Direktur PT WNN Hasil Tambang Nikel di Kolaka, LMP Desak Bongkar Hasil Penyitaan
- Kejati Sultra Turun Tangan, Aset Pemprov yang Bermasalah Mulai Ditelusuri
- Strategi Penanganan Hukum di Pengadilan, Ketua Pengadilan Tinggi Sultra Tekankan Checks and Balances Hak Masyarakat
- Kajati Sultra Tanggapi Kapolda soal Kapal Azimat: Jangan Hanya Kejar Perkara, Negara dan Korban Harus Dapat Manfaat
Trisna berharap dengan bantuan pengobatan gratis serta kebutuhan gizi untuk balita, maka korban banjir yang ada di pengungsian di Desa Lalonggatomi kesehatannya lebih terjaga.
Sebab, kata Trisna, banjir di Kabupaten Konawe saat ini sedang masa pemulihan, dan di masa ini umumnya kondisi kesehatan warga kerap menurun, sehingga timbul penyakit seperti gatal, ispa dan lainnya.
“Kita berharap dengan pengobatan gratis yang dilakukan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya korban banjir, ” pungkasnya.











