Editor : Taya
PAPUA – Kondisi jembatan kayu di Kampung Somografi, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua yang menghubungkan dua pemukiman warga kini tidak bisa lagi dilewati karena jembatan tersebut lapuk. Warga yang melintasi jalur ini memilih melintasi dengan menyeberangi sungai.
Untuk mengantisipasi kendala tersebut warga bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) Satuan Tugas Yonif 725/Woroagi bergotong royong untuk membangun jembatan kayu tersebut.
Kepala Kampung, Isyaksam mengapresiasi langkah Satgas Yonif 25/Woroagi khususnya Pos Somografi.
“Kami sangat berterima kasih atas apa yang dilakukan oleh anak-anak pos (sebutan masyarakat untuk anggota Pos Somografi, Red), dengan begitu masyarakat kami juga jadi lebih mudah dan dan aman untuk melintas di pemukiman sebelah,” ungkap Isyaksam.
Komandan Pos Somografi, Letda Inf. Fransiskus N mengungkapkan pihaknya tidak hanya menjaga wilayah perbatasan dari penyelundupan ilegal atau pelintas batas ilegal serta ancaman lainnya.
Baca Juga :
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Operasikan Perdana Ship to Ship Kolonodale, Perkuat Distribusi B50 di Kawasan Timur Sulawesi
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perluas Implementasi Biosolar B50, Kini Telah Tersalurkan di 590 SPBU
- BREAKING: ADV ASPIN S.H., M.H BANTAH KERAS PT SJAP “PLASMA 20% SEJAK 2023 TIDAK PERNAH SAMPAI KE WARGA WAWOONE!
- Guru Besar Hukum Prof Juanda: Penetapan Tersangka FA Tanpa Pemeriksaan Calon Tersangka Tetap Sah Secara Hukum
- Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas, Hadirkan LPG Berkualitas dengan Harga Lebih Kompetitif
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Daya Saing UMKM Takalar Melalui Sosialisasi PUMK dan Edukasi Penggunaan LPG
“Kami hadir untuk membantu dan meringankan beban masyarakat seperti halnya di Kampung Somografi yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea,” katanya dalam release yang diterima mediakendari.com, Sabtu (30/1/2019).
Fransiskus menjelaskan, lokasi ini tidak bisa diakses menggunakan kendaraan roda empat atau kendaraan roda dua, hanya bisa diakses dengan berjalan kaki 3-4 jam melalui Kampung Ubrub.
Komandan Satgas Yonif 725/Woroagi, Letkol Inf Hendry Ginting S menekankan kepada seluruh jajarannya harus mampu membantu dan mengatasi kesulitan rakyat yang berada di sekelilingnya.











