oleh

Monianse Ingatkan Para Lurah di Baubau Jangan Jadi “Peminta-minta” ke Masyarakat

-NEWS-400 dibaca

BAUBAU, MEDIAKENDARI – Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Ahmad Monianse secara tegas mengingatkan para Lurah lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau khususnya yang baru saja terlantik beberapa waktu lalu agar tidak menjadi “Peminta-minta” ke masyarakat.

Peminta-minta yang dimaksud, kata Monianse, yakni meminta pungutan liar terhadap pelayanan ke masyarakat. Seharusnya kinerja Lurah itu memberikan pelayanan prima tanpa permintaan biaya terhadap layanan yang memang tidak berbayar.

“Saya tidak ingin lagi mendengar ada Lurah, untuk urusan minta keterangan Kartu Keluarga saja harus membayar Rp 100 Ribu, urusan perkawinan juga harus bayar. Sekali lagi saya tegaskan, jika masih ada laporan seperti itu, maka saya pasti akan mencopot jabatannya pada hari itu juga,” pinta Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse dalam keterangannya ditulis Senin, 31 Oktober 2022.

Baca Juga : Kota Kendari Sabet Tiga Penghargaan Siddhakarya Tingkat Provinsi Sultra

Orang nomor satu di daerah eks pusat Kesultanan Buton itu menekankan, agar amanah Jabatan yang diberikan tersebut dapat diemban dengan baik dan penuh tanggung jawab. Pihaknya juga mengingatkan, agar selaku kepala wilayah yang terdapat multi kepentingan di dalamnya, Lurah dapat mengatur keseimbangan kepentingan tersebut.

Politisi PDIP itu juga mengingatkan agar dalam mengemban amanah tersebut, para Lurah dapat menekan terjadinya riak, baik yang ditimbulkan oleh orang lain maupun diri pribadi di tempat tugasnya masing-masing guna menghindari terjadinya gesekan di tengah-tengah masyarakat.

“Ada yang sudah berapa kali jadi Lurah, belajar dari pengalaman. Jika di tempat sebelumnya sempat ribut, saya berharap di tempat yang baru agar tidak ribut. Tidak ada lagi riak. Jadi gunakan kesempatan untuk bisa membenahi diri. Ini kesempatan yang ke sekian kalinya, olehnya itu maka embanlah dengan baik amanah ini,” imbuhnya.

Penulis : Ardilan