Gubernur Sultra, Ali Mazi. (Foto : Khuming Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Setda Sultra)

Halal Bihalal KKST Menjadi Wadah Silaturahmi Masyarakat Sultra di Jakarta

Reporter : Rahmat R.

Editor : Taya

iklan KOminfo

JAKARTA – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menyebut, Acara Halal Bihalal yang digelar oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (Sultra) di Anjungan Sultra Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu (14/07/2019) menjadi wadah pemersatu.

“Acara Halal Bihalal yang kita laksanakan pada hari ini merupakan sarana yang paling tepat dan paling efisien untuk menggalang persatuan dan kesatuan umat, sebagai sarana untuk memupuk hubungan silaturahmi diantara masyarakat Sultra di perantauan,” katanya saat membawakan sambutan.

Ali Mazi menyebut, keberadaan KKST sebagai organisasi kemasyarakatan telah dirasakan manfaatnya membantu program-program pemerintah yang diaplikasikan kedalam masyarakat, seperti kegiatan sosial dalam membantu masyarakat Sultra yang baru saja tertimpa bencana alam, yang menimpa sebagaian masyarakat Sultra di konawe, konawe Utara, dan Konsel.

“Saya berharap kehadiran KKST kedepan makin diperkokoh dengan kemantapan program kerja, melakukan pembinaan kepada warga masyarakat Sultra khususnya yang ada diperantauan,” terangnya.

Politikus Nasdem ini menilai, saat ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan di daerah, sukses tidaknya pembangunan yang kita laksanakan sangat tergantung dari kokohnya persatuan dari semua komponen masyarakat.

Ali juga mengajak masyarakat Sultra yang ada di Jakarta agar senantiasa menjaga kerukunan dengan kelompok masyarakat lain dari luar Sultra demi memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam konteks Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka NKRI.

BACA JUGA :

“Kita harus menunjukkan bahwa masyarakat Sultra adalah masyarakat yang selalu mengedepankan kepentingan masyarakat umum dan bangsa, dari pada kepentingan diri sendiri atau golongan lain,” terang Ali Mazi.

Sementara itu, Ketua KKST Pusat Syarifuddin dalam sambutannya, mengatakan dirinya memiliki niatan yang besar untuk membesarkan KKST di 34 Provinsi di Indonesia.

Ia ingin melakukan terobosan baru yakni menciptakan kartu elektronik untuk kartu anggota KKST di seluruh Indonesian.

“Kami akan membuat kartu anggota KKST elektronik. Kartu anggota bekerja sama dengan BRI, modelnya seperti e-money yang bisa digunakan dan memiliki banyak manfaat,” bebernya.

Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri ini juga telah mengidentifikasi biaya yang dibutuhkan sekitar Rp. 1,2 M.

“Setiap anggota KKST bisa mengakses data melalui handphonenya. Jadi bisa cek keanggotaan KKST se-Indonesia, hal ini juga berguna untuk pemerintah daerah serta untuk mengidentifikasi data orang Sultra yang ada di luar daerah,” tukas Syarifuddin. (A)

Iklan BPKAD
Iklan BLUD Konawe