oleh

Pemkot Kendari Mencoba Atasi Kemiskinan dan Ketidaksetaraan Melalui Workshop Inisiasi Kota Inklusi

-NEWS-385 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari buka workshop inisiasi kota inklusi yang diselenggarakan oleh Rumpun Perempuan Sultra disalah satu hotel di Kota Kendari pada Rabu, (9/11/2022).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Penjabat (PJ) Wali Kota, Asmawa Tosepu dan juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari, Siti Ganef.

Asmawa mengatakan program inklusi ini salah satu tujuannya adalah mengatasi kemiskinan dan mengatasi ketidaksetaraan. Oleh karena itu, untuk mendukung program inklusi di Kota Kendari ini, pemerintah telah memiliki beberapa layanan yang memudahkan.

Baca Juga : Polresta Kendari Bekuk Buronan Pelaku Kekerasan Depan RS Abunawas

“Paling tidak ada beberapa layanan yang bisa memberikan dukungan pada program ini, di dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kalau tidak salah sudah ada UPTD perlindungan perempuan dan anak, untuk mewujudkan kota inklusi ini, pemerintah harus memperhatikan hak-hak perempuan dan anak,” katanya.

Dia juga menambahkan, Pemkot telah memiliki rumah sakit, puskesmas dan layanan yang inklusif lainnya. Keberadaan rumah sakit dan puskesmas meski masih terbilang kurang, namun pemerintah tetap memberikan layanan prima untuk masyarakat di Kota Kendari.

Baca Juga : Tergiur Upah Jutaan Rupiah, Ibu Rumah Tangga di Kendari Pilih Jadi Kurir Sabu

“Terlebih dengan adanya penambahan rumah sakit tipe D yang saat ini tengah dibangun, harapanya dengan penambahan ini bisa semakin memberikan pelayanan yang maksimal,” katanya.

Menurutnya, prinsip dasar layanan adalah harus memberikan keadilan bagi semua warga, kaum disabilitas, anak dan perempuan.

Sementara itu, Ketua Rumpun Perempuan Sultra, Husnawati mengungkapkan, latar belakang program inklusi ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara pemerintah Australia dan pemerintah Indonesia, dimana program ini terkait mengawasi kemiskinan dan ketidaksetaraan.

Baca Juga : Ditangkap Polisi Karena Edarkan Sabu, Seorang Nenek di Kendari Histeris

“Pemilihan daerah ini karena tingginya kasu-kasus, kekerasan terhadap perempuan dan anak sehingga perlu ada peningkatan akses layanan sosial dan pelayanan publik yang disasarkan pada kelompok-kelompok miskin, disabilitas, kelompok marjinal sehingga kemudian hari ini kita hadir untuk bersama-sama menyusun dan membicarakan kota yang yang inklusif,” bebernya.

Dia menambahkan program ini merupakan program satu-satunya yang ada di Sulawesi Tenggara khususnya di Kota Kendari.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini, adanya tonggak perencanaan di masing-masing OPD terkait dengan kegiatan untuk mendukung kota yang inklusif,” tutupnya.

Reporter: Dila Aidzin

Facebook : Mediakendari