oleh

Pemkot Sambut Baik Peserta KKDN Sesko TNI di Kendari

KENDARI – Pemerintah Kota Kendari sambut baik peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN), untuk melakukan kuliah dalam negeri di wilayah Kota Kendari.

“Saya kira ini kesempatan untuk berbagi wawasan mendapatkan informasi. Ini kesempatan bagi kita untuk memberikan informasi dan mempromosikan kota Kendari kepada calon pimpinan tinggi di TNI. Jadi kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik dan semoga dapat membawa manfaat untuk kota Kendari,” ungkap Sulkarnain saat ditemui di ruang pola walikota Kendari, Selasa (04/09/2018).

Dia mengatakan, kondisi Kota Kendari masih tetap aman dan damai meskipun Kota Kendari hidup dengan beberapa suku, agama dan budaya yang sangat beragam.

Namun lanjutnya, Pemkot Kendari juga terus tetap mewaspadai kemungkinan-kemungkin yang terjadi karena dekat dengan beberapa wilayah terorisme seperti Poso.

“Di Kota Kendari ini Gereja dan Masjid saling berdampingan, bahkan ada yang hanya dibatasi dengan satu tembok, ini menunjukkan suasana harmonis pada masyarakat Kota Kendari,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Rombongan KKDN, Kolonel Inf Anwar Kasim, dalam menyampaikan sambutan Komandan Sesko TNI Letnan Jenderal R.M Trusono, dirinya mengungkapkan, KKDN merupakan bagian dari kurikulum pendidikan reguler Sesko TNI, dimana kegiatan ini sudah berjalan selama 5 bulan dari 7,5 bulan yang direncanakan di beberapa daerah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi tenggara khususnya Kota Kendari.

“Untuk jumlah perwira siswa secara keseluruhan sebanyak 150 orang, terdiri dari 139 orang perwira TNI berpangkat Kolonel, dengan komposisi TNI AD 58 orang, TNI AL 41 orang, TNI AU 37 orang, wanita TNI 3 orang dan 6 orang perwira Polri berpangkat komisaris besar serta 5 orang perwira negara sahabat yang berasal dari Australia, India, Madagaskar, Malaysia dan Singapura,” ujarnya.

Dia menuturkan, personal yang terlibat di wilayah Sultra Kota Kendari saat ini sebanyak 41 orang terdiri pimpinan dan staf 7 orang, pakar 1 orang, pasis 30 orang, dan pendukung sebanyak 30 orang.

Dia menambahkan, sesuai dengan kebijakan panglima TNI bahwa potensi terhadap ancaman NKRI harus secara cerdas diterjemahkan dari bentuk konflik yang sulit diprediksi. Dimana diameter konflik tidak lagi menjadi simetris melainkan menjadi asimetris, proxy dan hibrida.

“Setidaknya potensi ancaman yang perlu dicermati kedepan antara lain dampak tantangan dunia baru, terorisme, perang cyber, ancaman opensif China, serta kerawanan keamanan di laut, geografi, demografi, dan kondisi sosial dari setiap wilayah yang berbeda beda,” tutupnya.(a)


Reporter: Waty

Terkini