Plt Menteri Pertahanan Pat Shanahan dengan tegas membantah bahwa Amerika akan meminta negara-negara dimana terdapat pangkalan militer dan pasukan Amerika untuk membayar biaya penuh layanan atas penempatan di wilayah mereka, ditambah 50% lagi karena mendapat perlindungan dari Amerika.
“Kami tidak akan mengenakan tambahan biaya 50 persen,” ujar Shanahan kepada anggota Komite Angkatan Bersenjata di Senat dalam dengar pendapat hari Kamis (14/3), dan menambahkan laporan tentang isu-isu itu “salah.”
Beberapa media minggu lalu melaporkan bahwa Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan pembayaran dari sekutu-sekutu yang kaya, seperti Jepang, Korea Selatan dan Jerman, dimana sebagian pangkalan militer Amerika berada. Laporan itu mengatakan sekutu akan harus membayar 150% lebih dari biaya penempatan di luar negeri.
Baca Juga :
- Bengkel Seni FISIP UHO Bangkit! Resmi Lantik 73 Anggota Baru di 5 Divisi, Siap Guncang Panggung Seni Kampus
- Jelang HUT ke-75 Humas Polri, Kabag SDM Polres Konsel AKP Sriyanto Pimpin Bakti Sosial di Gereja Siloam : Indahnya Toleransi Polri Bersama Masyarakat
- Bukan Razia, Bukan Penindakan, Fenomena Polri di Jalan di Sultra: Kapolda Atur Lalin, Wakapolda Apel di SMA, Kapolres Konawe Sebrangkan Siswa
- Gerebek Tengah Malam Buta! Polres Konawe & BNNK Sikat Sarang Narkoba di Uepai, 57 Paket Sabu 31 Gram Diamankan, Bandar Kabur.
- Gatur Lalin Kapolres Konawe, Pastikan Keselamatan Anak Sekolah dan Masyarakat
- Gubernur LIRA Sultra Salut Kapolda Himawan Mau Turun ke Jalan! Harap Kapolres Ikuti Jejaknya
“Kita tidak menjalankan bisnis, tidak menjalankan amal,” ujar Shanahan. “Bagian yang penting adalah orang membayar porsi yang adil, dan pembayaran datang dalam berbagai bentuk.”
Amerika memiliki ratusan pangkalan militer di puluhan negara di seluruh dunia. Pangkalan-pangkalan militer itu membuat militer dapat memproyeksikan kekuatan Amerika dan melindungi kepentingan Amerika, sambil sekaligus membela sekutu dari ancaman. [em]











