Plt Menteri Pertahanan Pat Shanahan dengan tegas membantah bahwa Amerika akan meminta negara-negara dimana terdapat pangkalan militer dan pasukan Amerika untuk membayar biaya penuh layanan atas penempatan di wilayah mereka, ditambah 50% lagi karena mendapat perlindungan dari Amerika.
“Kami tidak akan mengenakan tambahan biaya 50 persen,” ujar Shanahan kepada anggota Komite Angkatan Bersenjata di Senat dalam dengar pendapat hari Kamis (14/3), dan menambahkan laporan tentang isu-isu itu “salah.”
Beberapa media minggu lalu melaporkan bahwa Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan pembayaran dari sekutu-sekutu yang kaya, seperti Jepang, Korea Selatan dan Jerman, dimana sebagian pangkalan militer Amerika berada. Laporan itu mengatakan sekutu akan harus membayar 150% lebih dari biaya penempatan di luar negeri.
Baca Juga :
- Kapolda Sultra Terima Audiensi Bea Cukai, Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Rokok Ilegal
- Satgas KSD DPP LAT Layangkan Surat Kedua ke SCM, Perkuat Sinergi Jaga Kedaulatan Sumber Daya
- LSM FKPK dan GERAK Minta Pernyataan Sekretaris LPM soal Kepemilikan Wisata Pantai Toronipa Diuji
- Menteri Trenggono Pimpin Upacara HUT RI ke-81 di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya Konawe
- Malyqa Aurora Janyqa Bertindak sebagai Pembawa Baki pada Upacara HUT RI ke-81 di SMA Negeri 4 Kendari
- Miris!! Bertahun Tahun Tarik PAD di Pantai Wisata Toronipa, Pemda Konawe hanya Miliki Aset 1 Unit MCK
“Kita tidak menjalankan bisnis, tidak menjalankan amal,” ujar Shanahan. “Bagian yang penting adalah orang membayar porsi yang adil, dan pembayaran datang dalam berbagai bentuk.”
Amerika memiliki ratusan pangkalan militer di puluhan negara di seluruh dunia. Pangkalan-pangkalan militer itu membuat militer dapat memproyeksikan kekuatan Amerika dan melindungi kepentingan Amerika, sambil sekaligus membela sekutu dari ancaman. [em]











