Reporter : Supardan
Editor : Kang Upi
KENDARI – Kasus penganiayaan AR (37), seorang ibu hamil warga BTN Tirai Samudera, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Minggu (17/3/2019) lalu, urung bergulir ke meja hijau. Hal ini setelah aparat kepolisian dari Polsek Poasia memediasi kasus ini.
Kasus ini sendiri telah masuk Laporan Polisi, dimana WA (40) yang juga tetangga korban, dilaporkan suami AR karena melakukan tindak kekerasan terhadap istrinya.
Kanit Reskrim Poasia, Ipda Widhiyarto menjelaskan, kasus pemukulan ibu hamil tersebut sudah berakhir usai mediasi antara kedua belah pihak dan dinyatakan tidak berlanjut ke ranah hukum.
Baca Juga :
- Kapal Angkut Bahan Kimia Terbakar di Laut Bombana, 2 Orang Tewas dan Sejumlah Korban Keracunan
- Presiden Prabowo Diminta Dorong Pemeriksaan Istri Gubernur Sultra ASR Diduga Kebal Hukum ke Kejagung, Masuk Daftar Satgas Tambang Nikel Sanksi Rp2,19 Triliun.
- Bahas Kedaulatan Sumberdaya Lintas Sektor, Satgas Sumber Daya DPP LAT Jalin Silaturahmi Dengan Wagub Sultra
- 11 TAHUN TAK DIBAYAR! KUASA HUKUM KELUARGA LAMOKUNI TUNTUT PERUSAHAAN KEMBALIKAN LAHAN PLASMA 35%
- Program Makan Bergizi Gratis Nasional Gagal Kontrol Kualitas, Temuan Batu di Konawe Jadi Bukti Sorotan!
- Jalan 40 Unaaha Dikuasai Bangunan Ilegal, YASYAM Diminta Bertindak Tegas!
“Penyelesaian diselesaikan secara kekeluargaan dengan dihadiri tokoh masyarakat keluarga korban ataupun pelaku dan disaksikan pihak dari Polsek dalam hal ini Kapolsek Poasia. Adapun laporannya dicabut,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan fakta berbeda, dari informasi yang tersebar sebelumnya yang menyebutkan peristiwa pemukulan itu terjadi karena pelaku yang membuang sampah di pekarangan korban, tidak terima saat ditegur.
“Sebenarnya pemukulan terjadi saat korban sementara cuci piring, air cucian tersebut terpercik ke wajah WA hingga tersinggung. Korban lalu menegur pelaku, dan dibalas dengan pukulan ke jidat korban,” pungkasnya.
Kasus penganiayaan ini sendiri sempat mengegerkan warga BTN Tirai Samudera, Kelurahan Anggoeya, Minggu pagi, saat keduanya beradu mulut. Untungnya warga yang berkumpul segera melerai keduanya.(b)











