Reporter : Mumun
Editor : Kang Upik
WANGGUDU – Turnamen futsal tingkat Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) rencananya bakal dibuka Selasa (20/8/2019) malam. Segala persiapan jelang pembukaan mulai dirampungkan oleh panitia.
Namun rencana pembukaan turnamen yang digelar di lapangan sepak bola Kelurahan Molawe Kecamatan Molawe itu nampaknya terancam batal digelar.
Hal ini setelah, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Lasolo dari satuan Intelkam melakukan pemasangan garis polisi atau Police Line di lapangan tempat digelarnya turnamen tersebut.
Kanit Intelkam Polsek Lasolo, Bripka Nurdin mengatakan, pemasangan garis polisi di lapangan futsal lantaran kegiatan tersebut belum mengantongi izin keamanan dari pihak kepolisian setempat.
“Setidaknya 3×24 jam pengajuan surat izin. Makanya kita pasangkan police line, karena belum ada izinnya. Baru mereka bawa surat pengantar sementara pembukaannya sebentar malam,” katanya dilokasi pemasangan police line, Selasa siang (20/8/2019).
BACA JUGA :
- Jembatan Tampabulu Nyaris Tak Layak Dilalui, Pemkab Bombana Siapkan Perbaikan Darurat
- Patroli KRYD Ditlantas Polda Sultra Amankan Ibadah, Situasi Aman dan Kondusif
- Polantas Bersama Warga Perbaiki Jalan Berlubang di Pohara, Demi Keselamatan Pengendara
- Angka Kecelakaan Turun 14 Persen, Operasi Ketupat Anoa 2026 di Sultra Dinilai Efektif
- BPS Catat Neraca Perdagangan Sultra Defisit pada Februari 2026
Pihaknya menyesalkan sikap panitia turnamen futsal yang terkesan tidak menganggap keberadaan Polsek Lasolo. Padahal, jika dalam pelaksanaan kegiatan tersebut terjadi hal yang tidak diinginkan pihak kepolisian pasti turun tangan mengamankan turnamen tersebut.
“Police line ini akan dibuka jika sudah ada koordinasi dan sesuai dengan prosedur serta persyaratan perizinan yang mereka ajukan baru dilanjutkan kegiatan,” ujarnya.
“Kita belum bisa pastikan apakah dibuka (police line) sebentar atau tidak. Ini supaya ada perhatian dari panitia,” lanjutnya.
Nurdin juga mempertanyakan bagaimana prosedur pengamanan kegiatan. Apalagi kegiatan tersebut adalah open turnamen yang melibatkan klub antar Kecamatan.
“Sistem pengamanannya seperti apa kalau tidak ada koordinasi. Apalagi ini open turnamen tentunya kan mengundang banyak orang, banyak peserta. Tidak menutup kemungkinan ada gesekan antar suporter,” tutup Bripka Nurdin. (A)











