Reporter: Safrudin Darma
Editor : Taya
BURUNGA – Program unggulan berbasis kawasan dengan fokus pengembangan potensi komoditas organik di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara diantaranya kelapa, mete, padi dan rumput laut kini dipaparkan di Kementerian Perdagangan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional yang dilaksanakan di salah satu hotel di Nusa Dua, Bali (10/7/2019).
Tenaga Ahli Bupati Butur, Musyida Arifin, Dr. Anas Nikoyan, Camat Kulisusu Barat dan Kepala Desa Kasulatombi turut ambil bagian dalam pemaparan program tersebut. Mereka mendapat apresiasi dari peserta yang terdiri dari produsen dan eksportir di Bali.
“Program organik yang laksanakan Pemkab Butur berdasarkan potensi lokal daerah yang cukup besar dan tradisi organik yang sudah dilaksanakan turun temurun dengan varietas unggul,” jelas Musyida Arifin.
Musyida mengatakan padi organik yang kini dikembangkan adalah padi organik yang berwarna merah dan hitam yang merupakan sumber pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan.
Baca Juga :
- Gagas Sampara Raya Cup I, Doktor Suryadi : Wadah Silaturahmi 8 Kecamatan dan Cetak Bibit Unggul Sepak Bola Konawe
- SATGAS LAT Minta KAPOLRI Tindak Tegas Dugaan Pertambangan Nikel Nakal di Sultra
- Opini : Ketika Tambang Memanas, Saatnya Polisi Hadir Bersama Masyarakat
- 50 TAMBANG NIKEL KENA POTENSI DENDA Rp80,19 TRILIUN, CERI: Berapa Yang Masuk KAS Negara? BAGAIMANA DENGAN PERUSAHAAN YANG DIKAITKAN ISTRI GUBERNUR SULTRA ASR?
- RESMI: Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati-Pamen, 14 PJU Mabes & 19 Kapolda Berganti
- BREAKING NEWS – JADWAL PEMAKAMAN, Jenazah Almarhumah Ibu Dessy Indah Rachmat
“Salah satu keunggulan beras organik di Butur pulen dan gurih dan tidak basi disimpan empat hari tanpa perlakuan,” jelasnya.
Korporasi petani dalam bentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama diharapkan memberikan nilai tambah bagi petani. Saat ini lanjut Musyida, telah terbentuk enam BUMDes bersama di Buton Utara yang dilakukan melalui musyawarah antar desa dengan menyerahkan modal penyertaan dari masing-masing desa
“Harapannya petani adalah pemilik dan penerima manfaat dari pengembangan komoditas ini,” tutupnya.(a)











