Reporter : Mumun
Editor : Kang Upik
WANGGUDU – PT KMS 27, salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di Blok Mandiodo Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara (Sultra), turut membantu korban banjir di Desa Puusuli Kecamatan Andowia.
Hal itu dilakukan PT KMS 27 dengan menurunkan tiga alat berat untuk membenahi lokasi hunian sementara (Huntaran) yang akan dibangun oleh pemerintah di Desa Puusuli.
“Kita turunkan tiga alat berat untuk membantu pembenahan lokasi Huntaran Desa Puusuli,” kata perwakilan PT KMS 27, Mardin yang ditemui dilokasi, Kamis (25/7/2019).
Tiga alat yang diturunkan, ungkap Mardin adalah eksavator dua unit dan doser satu unit. Penurunan alat berat itu merupakan bagian dari tanggungjawab pihak perusahaan kepada warga Desa Puusuli.
BACA JUGA :
- Kapolda Sultra Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian
- Kasus Penipuan Online di Sultra Tembus 943 Perkara, Facebook Jadi Modus dan Media yang Paling Dominan
- Berhasil Kurangi Pengangguran, Lima Daerah di Sultra Raih Penghargaan dari Kemendagri
- Kolaka Terima Dua Penghargaan, Mendagri: Kalau Yang Lain Belum Dapat Saya Minta Maaf
- LPS Pastikan Dana Masyarakat Tetap Aman, Bunga Penjaminan Tak Berubah
- Polda Sultra Salurkan Ribuan Kupon Kurban, Wujud Kepedulian Sosial dan Pengabdian Polri untuk Masyarakat
“Itu adalah bagian tanggungjawab kami. Alat berat ini kami turunkan selama dua hari untuk membantu pembenahan. Kami juga menyuplai bahan bakar untuk mesin genset tiga kali dalam seminggu dan kalau tidak ada hambatan dalam waktu dekat ini kami akan menurunkan bantuan kabel sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Mardin.
Atas bantuan pembersihan ini, salah seorang warga Desa Puusuli, Nasir menuturkan, kehadiran PT KMS 27 di Desa Puusuli sangat membantu warga, sejak waktu banjir perusahaan tersebut hadir mengucurkan bantuannya baik berupa makanan, obat-obatan dan pakaian.
“Hingga saat ini PT KMS 27 masih antusias membantu kami. Ini membantah jika ada segelintir orang yang mengatakan kehadiran PT KMS 27 tidak pernah memberikan azas manfaat terhadap masyarakat. Itu tidak benar karena kenyataan kami masyarakat yang merasakan bantuan dari perusahaan itu,” kata Nasir yang diamini oleh rekannya Kahar. (B)











