PT OSS dan PT VDNI Masih Dominasi Nilai Ekspor Sultra

NEWS566 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kota Kendari, melalui Perwakilan Kepala, KPPBC Kota Kendari, Affinutha Vena Intanna mencatatkan bahwa PT Obsidian Stainless Steel (OSS) dan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) masih menjadi perusahaan yang dominan berkontribusi terhadap devisa negara dengan volume ekspor tertinggi.

“Untuk perusahaan PT OSS sejak Januari hingga 31 Oktober tahun 2022 menyumbangkan devisa sebesar 3.202.745.132 U$ dengan volume ekspor sebesar 1.480.251.265 kg dan perusahaan PT VDNI menyumbang devisa sebesar 1.198.367.634 U$ dengan volume ekspor sebesar 615.076.191 kg,” ungkapnya Kamis, 1 Desember 2022.

Afifnutha juga menyebutkan secara umum nilai ekspor Sultra mulai Januari hingga 31 Oktober tahun 2022 mengalami pertumbuhan yang positif dari target yang ditentukan.

Baca Juga : Gempa Bumi 4 SR, Guncang Soropia Hingga Kendari

Pasalnya kinerja devisa ekspor yang tercatat di dalam Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kendari cukup positif, apalagi kegiatan ekspor Sultra itu sudah dapat dilakukan dari Pelabuhan Kendari langsung dengan beberapa negara tujuan.

Ia menambahkan, Bea Cukai mencatat lima perusahaan besar di Sultra yang mendominasi devisa ekspor yaitu PT OSS, PT VDNI, PT Aneka Tambang, PT Graha Makmur Cipta Pratama, dan PT Wijaya Karya Aspal.

PT Aneka tambang memberikan andil terhadap devisa ekspor sebesar 68.810.543 U$ dengan volume ekspor 4.502.100.149 kg.

Kemudian, Graha Makmur Cipta Pratama memberikan sumbangsih devisa ekspor 2.174.162 U$ dengan volume 259.740 kg.

“PT Wijaya Karya Aspal memberikan devisa ekspor sebesar 1.650.000 U$ dengan volume 55.000.000 kg,” imbuhnya.

Sementara itu, kata dia, untuk nilai devisa impor Sultra hingga 31 Oktober tahun 2022 sedikit mengalami fluktuatif dan juga mengalami kenaikan namun tidak sebesar kenaikan devisa ekspor.

Data Impor dan Ekspor Sultra tahun 2022 mengalami pertumbuhan dimana nilai ekspor hingga 31 Oktober 2022 tercatat mencapai 4,806 juta dolar lebih, sedangkan untuk impor mencapai 1,894 juta dolar lebih.

Baca Juga : Serapan Anggaran Pemprov Sultra Masih Rendah

“Dengan demikian, capaian ekspor dan impor kita pada Oktober tahun 2022 mengalami peningkatan yang mana ekspor kita masih di dominasi dari sektor pertambangan,” bebernya.

Selanjutnya ia menuturkan Bea Cukai ditugaskan untuk ikut mendukung program pemulihan ekonomi nasional berdasarkan tugas dan fungsinya, yaitu menangani impor dan ekspor. Untuk ekspor produk kelautan didominasi oleh kepiting kaleng dan sektor pertanian belum ada ekspor sama sekali.

“Di tahun 2022 ini kami yakin makin banyak eksportir baru sehingga optimis bisa lebih meningkatkan lagi realisasi penerimaan. Kami melihat generasi muda mulai bermunculan untuk melakukan ekspor di Sultra,” pungkasnya.

Reporter: Sardin.D

Facebook : Mediakendari