Reporter: Rahmat R.
Editor : Kang Upi
KENDARI – Direktur Rajiun Center, Laode Rahmat Apiti mengatakan, Satgas anti money politik akan melakukan pemantauan dan patroli situasi di Muna Barat (Mubar) pada minggu tenang, yang dimulai 14 April 2019.
“Posko-posko strategis sudah siap, mulai minggu tenang akan bekerja 24 jam,” bebernya via WhatsApp, Rabu (10/04/2019).
Pria yang akrab disapa Odet ini juga menuturkan, di minggu tenang disinyalir money politik bakal berjalan masif. Sehingga, siapapun yang bergerak akan terpantau, karena Satgas memantau secara tertutup sehingga sewaktu waktu bisa menciduk Caleg atau politisi yang melakukan serangan amplop maupun sejenisnya.
Baca Juga :
- 11 TAHUN TAK DIBAYAR! KUASA HUKUM KELUARGA LAMOKUNI TUNTUT PERUSAHAAN KEMBALIKAN LAHAN PLASMA 35%
- Plt Lurah Toronipa Sebut Ada “Pungli” di Pos PAD Pariwisata Konawe, Hasilkan Rp 4 Hingga 5 Juta oleh Warga pada Malam Hari
- Plt Lurah Toronipa Indawati Ganti Tiga Aparat RT/RW dapat Dukungan dari Bupati Yusran
- TEGAS! Pimpinan BULOG Unaaha Hendra Dionisius: Beras Banpang Tidak Layak Kami Ganti 2×24 Jam
- Tuduhan PT Merbaujaya Indahraya, Tak Terbukti, Armin Amin Divonis Bebas PN Andoolo
- Pemilik Lahan Pertanyakan Status Pengelolaan Wisata Toronipa, SK Lurah Disebut Upaya Menertibkan Pengelolaan
“Saat ini Satgas mulai siaga menunggu minggu tenang, teman – teman Satgas sudah standby tinggal menunggu komando dari panglima BSB, yaitu LM. Rajiin Tumada,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, Satgas bentukan Rajiun Center dan BSB ini sudah diberikan pemahaman sehingga bisa membaca situasi dilapangan. Sebab, ada banyak modus kecurangan atau serangan fajar.
“Sehingga saat di lapangan teman-teman bisa mengindentifikasi modus kecurangan di lapangan,” terangnya.
Menurutnya, anggota Satgas sudah diberikan pemahaman tentang regulasi Pemilu sehingga mereka bekerja serampangan.
“Teman-teman sudah dibekali regulasi jadi aturan Pemilu mereka kuliti,” jelas Rahmat.
“Kita berharap sampai 17 april situasi tetap kondusif, situasi Mubar tetap adem tidak ada indikasi akan terjadi ketegangan di lapangan,” tutupnya. (A)











