Redaksi
KENDARI – Nelayan tambak di Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe merugi setelah banjir yang melanda kawasan tersebut juga merusak ratusan hektar lahan tambak siap panen.
Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Kapoiala, setiadaknya 401 hektar lahan tambak siap panen telah rusak. Kerusakan ini diperparah dengan kerugian sarana pendukung lainnya.
Salah satu desa dengan kerusakan lahan tambak terparah di wiayah ini yakni di Desa Kapoiala Baru mencapai luas 170 hektar, dengan kerugian gagal panen mencapai Rp 1.2 Miliar.
Selain itu, tambak budidaya ikan bandeng ini juga mengalami kerusakan pada sarana pendukung seperti pematang dengan kerugian yang ditaksir Rp. 850 juta dan kerusakan pintu air dengan kerugian Rp. 255 juta.
Baca Juga :
- Nur Alam Gelar Buka Puasa Bersama Santri dan Anak Yatim di Masjid Al Alam Kendari
- Polemik Dugaan Tambang Nikel Ilegal di Konut, Status Hukum Anton Timbang Jadi Sorotan
- Siswa SIP Angkatan 55 Polda Sultra Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Al-Ikhlas Baruga
- Kapolda Sultra Salurkan Zakat Fitrah kepada 159 Penerima Jelang Idulfitri
- Kapolda Sultra Pantau Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Amolengo dan Torobulu
- Indomie Berangkatkan 11.300 Pemudik Mitra Warmindo Lewat Program Mudik Bersama 2026
Selain di Desa Kapoiala Baru, terdapat tiga wilayah produksi perikanan tambak yang mengalami kerusakan serupa seperti di Desa Ulu Lalimbue, Lalonggombuno, dan Muara Sampara, serta Kelurahan Kapoiala.
Untuk keseluruhan wilayah ini, data Pemerintah Kecamatan Kapoiala menyebut kerugian akibat gagal panen mencapai Rp 2.886.200.000, kerugian kerusakan tanggul mencapai Rp 2.005.000.000 dan kerusakan pintu air sebesar Rp 601.500.000.
Untuk jumlah total kerugian yang dialami petani tambak di Kecamatan Kapoiala yakni mencapai Rp. 5.592.700.000.











