Redaksi
KENDARI – Nelayan tambak di Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe merugi setelah banjir yang melanda kawasan tersebut juga merusak ratusan hektar lahan tambak siap panen.
Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Kapoiala, setiadaknya 401 hektar lahan tambak siap panen telah rusak. Kerusakan ini diperparah dengan kerugian sarana pendukung lainnya.
Salah satu desa dengan kerusakan lahan tambak terparah di wiayah ini yakni di Desa Kapoiala Baru mencapai luas 170 hektar, dengan kerugian gagal panen mencapai Rp 1.2 Miliar.
Selain itu, tambak budidaya ikan bandeng ini juga mengalami kerusakan pada sarana pendukung seperti pematang dengan kerugian yang ditaksir Rp. 850 juta dan kerusakan pintu air dengan kerugian Rp. 255 juta.
Baca Juga :
- Dinginnya Subuh Keliling di Masjid An Nur, Kapolda dan Wakapolda Sultra : Keamanan Tak Bisa Sendiri, Butuh Warga
- Discover The Wild Season 3 Kembali Digelar, Hadirkan Edukasi dan Pameran Satwa di Hotel Qubah Kendari
- Dari Mimbar Masjid Raudhatul Mujahidin, Kapolda Sultra Gaungkan Jaga Bumi Anoa dan Berantas Narkoba
- AWAS SPK BODONG! Bos PT APNI Ana Shela Tiara Tegaskan: Hanya APNI Kontraktor Tunggal di IUP PT Bososi Pratama
- Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Dilaporkan ke KPK! Diduga Terima Aliran Dana Tambang Rp 2,09 Triliun PT TMS
- Subuh Berkah di Laeya: Kapolres Konsel Safari Subuh Keliling, Ajak Warga Jauhi Narkoba dan Judol
Selain di Desa Kapoiala Baru, terdapat tiga wilayah produksi perikanan tambak yang mengalami kerusakan serupa seperti di Desa Ulu Lalimbue, Lalonggombuno, dan Muara Sampara, serta Kelurahan Kapoiala.
Untuk keseluruhan wilayah ini, data Pemerintah Kecamatan Kapoiala menyebut kerugian akibat gagal panen mencapai Rp 2.886.200.000, kerugian kerusakan tanggul mencapai Rp 2.005.000.000 dan kerusakan pintu air sebesar Rp 601.500.000.
Untuk jumlah total kerugian yang dialami petani tambak di Kecamatan Kapoiala yakni mencapai Rp. 5.592.700.000.











