Reporter : Ardilan
Editor : Taya
BAUBAU – Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Aswad ingin agar seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Baubau kedepannya sudah memiliki fasilitas sekolah yang lengkap.
Menurut dia, rencana melengkapi fasilitas sekolah erat kaitannya dengan sistem zonasi yang kembali mulai berlaku pada tahun ajaran akademik 2019/2020.
Aswad menilai, jika setiap SMP di daerah Eks pusat Kesultanan Buton ini punya fasilitas lengkap, maka sistem zonasi yang merupakan kebijakan Pemerintah Pusat itu tak lagi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan yang ada di setiap daerah khususnya di Baubau.
BACA JUGA :
- Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolda Sultra Blusukan Jumat Keliling di Korumba Kendari, Ajak Warga Bentengi Keluarga dari Narkoba dan Miras
- Box Culvert Tak Dirabat, Galian Masih Tergenang Air, Ampuh Sultra Bongkar Bobrok Proyek Drainase 24,6 M APBN di Kendari, PPK 2.2 dan Bos UD Maju Harus Diperiksa
- Ketua HIPTI Sultra Rusmin Abdul Gani Sentil Aturan Baru ESDM Bagus, Tapi Bisa Picu Konflik Pengusaha Lokal
- Bendahara PERADI Profesional Kendari Lawyer Iwan Dapat Penghargaan dari Direktur MEK TV Jafrun, Bongkar Anggaran Khusus Cetak Advokat Bermutu
- Tingkatkan Akses Keadilan, PERADI Profesional Sultra Berkomitmen Dampingi Masyarakat Kecil -Lawyer Perempuan Dr. Hijriani dapat Penghargaan MEK TV
- Sang Deklarator PERADI Profesional Sultra Terima Penghargaan dari Direktur MEK TV, Dr. Syahiruddin Latif : PERADI Profesional Hadir di Sultra Tekankan Etika Advokat dan Siapkan Bantuan Hukum Gratis
“Fasilitas yang saya maksud adalah sarana prasarana seperti gedung sekolah harus diperbaiki, perlengkapan penunjang pendidikannya kita harus tambah. Misalnya komputer, laboratorium yang memadai. Yang lebih penting lagi peningkatan kapasitas sumber daya manusianya,” ucap La Ode Aswad kepada Mediakendari.com di ruang kerjanya, Senin (15/7/2019).
Jika hal itu sudah dilakukan, kata Aswad, nanti tidak akan ada lagi istilah sekolah favorit maupun bukan favorit yang berkembang di kalangan masyarakat secara umumnya.
“Ini kita lakukan dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat supaya tidak ada lagi dibenak masyarakat bahwa ada SMP favorit, ada SMP non favorit. Maka pemerintah daerah harus memberikan dukungan sehingga tiba saatnya nanti semua akan menjadi sekolah favorit baik SMP maupun SD,” pungkas mantan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau ini. (A)











