Reporter : Erwino
Editor : Wiwid Abid Abadi
RAHA – Laode Yusuf Abadi, atlet pencak silat Kabupaten Muna, sukses menjadi salah satu perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang bakal digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada 25 – 31 Agustus 2019 mendatang.
Siswa kelas III SMP Negeri 2 Raha itu dipercaya untuk mengharumkan nama daerah dikancah nasional setelah berturut-turut menjuarai laga dari tingkat sekolah, Kabupaten dan Provinsi, beberapa waktu lalu.
Makanya, saat ini, ia tengah mempersiapkan diri dengan giat berlatih agar sukses meraih juara. Apalagi didukung penuh oleh kerabat dan keluarganya, anak pasangan Dahar Joyo dan Waode N Suriati itu kian semangat untuk berkompetisi.
BACA JUGA :
- GERAK-SULTRA Bakal Kawal Penertiban Aset Pemprov Sultra, 800 Temuan BPK RI Jangan Dibiarkan Mengendap
- HMI Untuk Bangsa atau Sekedar Untuk Gerbong?
- Kapolda Sultra Buka Ruang Kritik Pers, Dorong Pemberitaan Akurat untuk Jaga Kamtibmas
- Direktur Penyidikan Jampidsus Dikonfirmasi Penindakan Hukum Terkait Sanksi Satgas PKH Rp2,19 Triliun terhadap Istri Gubernur Sultra ASR Belum Merespons
- Perubahan APBD 2026 Sultra Fokus Perkuat Pelayanan Dasar dan Pembangunan Daerah
- Kejati Sultra Akui Geledah Rumah Direktur PT WNN Hasil Tambang Nikel di Kolaka, LMP Desak Bongkar Hasil Penyitaan
“Insha Allah saya akan berusaha sebaik mungkin demi mengharumkan nama keluarga, sekolah dan daerah,” katanya, Rabu (21/8).
Kesuksesan Yusuf tak luput dari peran seorang pelatih pencak silat Muna, bernama Ridwan, yang selalu mendampingi dan memberi bimbingan.
Kepada mediakendari.com, Ridwan, mengatakan bahwa lawan-lawan yang akan dihadapi nantinya cukup berat. Meski begitu, pihaknya tetap optimis untuk bisa menang. Segala persiapan telah dilakukan, begitu juga dengan jadwal latihan yang diperpadat.
“Latihan giat terus dilakukan. Waktunya dibagi dari sore sampai malam,” ujar Ridwan.
Hubungan Ridwan dan Yusuf bukan hanya sebatas pelatih dan atlet. Ridwan juga merupakan guru yusuf di Sekolah yang mengajarkan mata pelajaran PKN. Sehingga, kekompakan antara mereka selalu terjalin. Dengan begitu, hasil yang memuaskan menjadi harapan terbesar keduanya demi nama baik sekolah dan daerah.
“Semoga kita bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” tandasnya. (B)











