Reporter : Erwino
Editor : Wiwid Abid Abadi
RAHA – Laode Yusuf Abadi, atlet pencak silat Kabupaten Muna, sukses menjadi salah satu perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang bakal digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada 25 – 31 Agustus 2019 mendatang.
Siswa kelas III SMP Negeri 2 Raha itu dipercaya untuk mengharumkan nama daerah dikancah nasional setelah berturut-turut menjuarai laga dari tingkat sekolah, Kabupaten dan Provinsi, beberapa waktu lalu.
Makanya, saat ini, ia tengah mempersiapkan diri dengan giat berlatih agar sukses meraih juara. Apalagi didukung penuh oleh kerabat dan keluarganya, anak pasangan Dahar Joyo dan Waode N Suriati itu kian semangat untuk berkompetisi.
BACA JUGA :
- JIKA GIBRAN TIDAK MEMENUHI SYARAT, APAKAH AKAN BERIMBAS KEPADA PRABOWO?
- Tujuh Tahun Tragedi Randi–Yusuf : Ketika Keadilan Belum Menemukan Titik Terang
- Tambang Nikel PT Kasmar Tiar Raya Telan Korban, M Nawir Dianiaya hingga Kritis di RS Jafar Harun
- Diduga Sedang Liputan Pembayaran Lahan, Kades Herman Rangkap Jadi Humas PT Kasmar Tiar Raya di Kolut Aniaya M Nawir Hingga Kritis
- Ber ID Card Warta Global, Oknum Kades Mekuasseng Diduga Aniaya M Nawir Hingga Tak Sadar Diri di RS Jafar Harun Kolut
- Turnamen Futsal SD 84 Kendari Cup 1 Jadi Ajang Pencarian Bakat Atlet Cilik
“Insha Allah saya akan berusaha sebaik mungkin demi mengharumkan nama keluarga, sekolah dan daerah,” katanya, Rabu (21/8).
Kesuksesan Yusuf tak luput dari peran seorang pelatih pencak silat Muna, bernama Ridwan, yang selalu mendampingi dan memberi bimbingan.
Kepada mediakendari.com, Ridwan, mengatakan bahwa lawan-lawan yang akan dihadapi nantinya cukup berat. Meski begitu, pihaknya tetap optimis untuk bisa menang. Segala persiapan telah dilakukan, begitu juga dengan jadwal latihan yang diperpadat.
“Latihan giat terus dilakukan. Waktunya dibagi dari sore sampai malam,” ujar Ridwan.
Hubungan Ridwan dan Yusuf bukan hanya sebatas pelatih dan atlet. Ridwan juga merupakan guru yusuf di Sekolah yang mengajarkan mata pelajaran PKN. Sehingga, kekompakan antara mereka selalu terjalin. Dengan begitu, hasil yang memuaskan menjadi harapan terbesar keduanya demi nama baik sekolah dan daerah.
“Semoga kita bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” tandasnya. (B)











