oleh

Soal Sampah, Akademisi: Pemkot Harus Tingkatkan Fasilitas dan Sadarkan Masyarakat

-Kendari, NEWS, SULTRA-156 dibaca

Reporter: Betirudin
Editor: Kardin

KENDARI – Permasalahan sampah di Kota Kendari kembali menjadi perhatian, kali ini datang dari akademisi, yakni Dosen Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO), Abdul Sakti.

Katanya, saat ini sampah sudah menjadi permasalahan global, akibat dari barang sisa alam dan manusia setiap harinya dalam memproduksi maupun hasil konsumsi.

“Itu tidak hanya di Kota Kendari, tapi hampir semua wilayah di Indonesia pengelolaan sampahnya itu belum maksimal,” terangnya di Kendari, Kamis (9/1/2020).

Abdul Sakti menerangkan, untuk lingkup Kota Kendari sendiri, sekitar 90 persen belum dapat memisahkan sampah organik dan non organik. Selain itu, penyediaan bank sampah juga belum memadai.

“Padahal kita melihat sendiri sumbangsih sampah terbesar adalah di lingkup rumah tangga,” paparnya.

Olehnya itu katanya, tugas pemerintah saat ini haruslah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan itu penting. Itu tugas pemerintah,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kendari, Rajab Jinik menerangkan, untuk penanganan sampah, pihaknya telah meminta Pemerintah Kota (Pemkot) agar adanya penambahan fasilitas pembuangan sampah.

“Seperti adanya penambahan bank sampah dan mobil pengangkut sampah. Anggarannya itu harus diporsikan,” paparnya. (b)

Terkini