oleh

Stiker RM-SK di Baliho DPC PAN Tomia Timur ini Dipersoalkan

WANGIWANGI – Pemasangan stiker Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nomor Urut tiga (3) Rusda Mahmud-Sjafei Kahar (RM-SK) di Plang/Baliho tertulis Dewan Pimpinan Cabang Partai Amanat Nasional (DPC PAN) Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, Sultra mendapat respon dari Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kabupaten Wakatobi.

Sorotan pengurus partai tersebut bukan tanpa alasan. Hal tersebut dikarenakan PAN merupakan salah satu partai yang merekomendasikan dukungannya kepada pasangan calon Nomor Urut Dua (2) Asrun Hugua, dan alasan lainnnya pemasangan stiker RM-SK itu tersebar di media sosial sehingga mendapat banyak kecaman dari masyarakat.

Salah satu Anggota DPRD Kabupaten Wakatobi yang berasal dari Fraksi PAN, H Hamiruddin merespon hal tersebut. Dirinya mengungkapkan, pemasangan stiker paslon itu tanpa pengetetahuan dari DPD PAN Wakatobi dan pihaknya akan melakukan penelusuran.

“Kami akan mencari tahu, terkait pemasangan stiker kandidat Paslon Gubernur di baliho PAN yang berada di Kecamatan Tomia Timur,” ujarnya ke Mediakendari.com Selasa (06/03).

Menurutnya, pemasangan stiker pasangan RM-SK tersebut sangat mengganggu dukungan PAN kepada kandidat Cagub Sultra dan perlu ada tindakan, agar tidak merugikan tim paslon lainnya.

“Hal itu sangat menggangu, makanya kami akan cari tahu ke pengurus PAN di Kecamatan Tomia Timur dan kalau hal itu ditemukan, maka kita akan tindaklanjuti,” ungkapnya.

Dikabarkan, pemasangan stiker tersebut diduga dilakukan oleh tim RM-SK. Setelah melalui penelusuran, stiker tersebut diduga dipasang oleh Sekertaris Pengurus Cabang PKB Kabupaten Wakatobi, Hendriyono.

Saat dikonfirmasi Hendriyono mengatakan, stiker pasangan RM-SK tidak ditempel, namun hanya dipasang sementara untuk dipotret lalu disebarkan ke dunia maya alias media sosial.

“Kami tidak menempelkan stiker RM-SK itu di baliho PAN yang berada di Kecamatan Tomia Timur, namun kami hanya memasang, setelah itu difoto dan disebarkan ke dunia maya setelah itu dibuka kembali, dengan tujuan meraih opini dan tidak ada tujuan lainnya,” ujarnya.

“Karena sekarang momennya perang opini di media sosial terkait Pilgub Sultra 2018,” tegas Hendriyono.

Redaksi

Terkini