Sekretaris Dinas Kebudayaan Buton Selatan, Suharuddin Singka. Foto: MEDIAKENDARI.com/Basri./b

Busel Bakal Poles 30 Benteng dan 18 Baruga

Reporter: Basri
Editor: La Ode Adnan Irham

BATAUGA – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sultra, terus berupaya menggenjot pembangunan disegala bidang, salah satunya di bidang kebudayaan.

Kepala Dinas Kebudayaan Busel, LM. Yusuf Hibali, melalui Sekretarisnya, Suharuddin Singka, mengungkapkan, 2020 nanti bakal merevitalisasi situs dan cagar budaya di wilayah Busel yang telah diidentifikasi kurang lebih 30 benteng pertahanan dan 18 baruga atau rumah adat eks Kesultanan Buton.

Iklan kodrat

“Sesuai arahan Pak Bupati H. La Ode Arusani,” ungkap Suharuddin saat ditemui, Rabu (13/11/2019).

Selain merevitalisasi benteng dan baruga, Pemkab Busel juga akan mengembangkan kembali ritual-ritual adat yang sebagian telah mulai dilupakan.

Kemudian memberikan suntikan dana pada setiap desa dalam perayaan acara-acara adat. Termasuk memberi dukungan pengembangan sanggar-sanggar kebudayaan di setiap desa.

“Serta mencoba melihat apa yang menjadi prospek kebudayaan, seperti bagaimana pengembangan sanggar-sanggar seni, bagaimana kegiatan-kegiatan budaya yang produktif,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, Pemkab Busel juga telah menyiapkan dana APBN untuk insentif perangkat adat di setiap desa.

“Pak Bupati menyadari bahwa lembaga adat itu sangat berperan penting menjadi mitra pemerintah untuk mengembangkan dan melaksanakan hal-hal yang berhubungan dengan kemasyarakatan,” sebutnya.

Dikatakannya, sejumlah program tersebut adalah bentuk realisasi dari isu strategis Pemkab Busel yakni “Busel Beradat”. Sehingga segala upaya mendorong pelestarian kebudayaan menjadi salah satu program utama Pemkab Busel.

Baca Juga :

Buton Selatan merupakan salah satu  kabupaten di Indonesia yang telah merumuskan pokok-pokok pikiran kebudayaan, dengan menyingkronkan arahan dari UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

Dia berharap seluruh masyarakat adat Busel bersama-sama merawat dan menjaga keberadaan situs dan cagar budaya peninggalan leluhur.

“Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai budayanya,” pungkasnya. (B)

Iklan Balai PJN-XII Kendari
Iklan BLUD Konawe