Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, dr. Sunandar. (Foto : Hasrun/Mediakendari.com)

DBD Serang Warga Bombana, Dinkes : Tingkatkan Kebersihan Lingkungan

Reporter : Hasrun
Editor : Kang Upi

KASIPUPUTE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bombana, menemukan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menyerang seorang warga. Tak hanya itu, terdapat 29 pasien lain yang tengah diperiksa intensif dengan dugaan DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Bombana, dr. Sunandar, mengungkapkan, hingga saat ini pasien yang positif DBD baru satu orang. Namun demikian, pihaknya tetap mengambil langkah antisipasi penyebaran lebih luas melalui PKM.

Baca Juga : Sehari, Puskesmas Wakorut Tangani 4 Penderita BDB

“Kami sudah mengintriksikan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di daerah, untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk, dengan cara 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air,” jelasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/02/2019).

Menurutnya, cara itu lebih efektif mencegah peredaran nyamuk Aedes Aegypti, atau yang lebih dikenal dengan nyamuk DBD, dibandingkan melakukan fogging.

“Jadi pemberian abate, untuk memutus rantai, telur dan jentik nyamuk akan mati,” terangnya.

Baca Juga : Pasien DBD di Muna Terus Bertambah, Dinkes Gencar Fogging

Ia juga menjelaskan, secara alami usia nyamuk DBD hanya bertahan selama 12 sampai 14 hari. Namun demikian, hal itu tidak bisa dianggap remeh. “Biar tidak diapa-apakan dia akan mati sendiri, tapi paling baik jika di lakukan pemberantasan dini,”ujarnya.

dr. Sunandar juga menerangkan, untuk ciri seseorang yang terdampak DBD, dimulai dengan demam selama 3 hari terus menerus dengan panas yang tidak turun, serta di sertai dengan rasa sakit kepala, kemuadian mual dan muntah.

Jika kondisi tersebut jika dibiarkan atau tidak diobati, maka dihari ke-4 yang bersangkutan demamnya turun. Sehingga, kata dr. Sunandar, banyak orang yang beranggapan bahwa sudah sembuh.

Baca Juga : Keluarga dan Anggota Polisi Terkena DBD, Mako dan Perumahan Polri di Fogging

“Namun besoknya naik lagi panasnya, trombositnya turun, dan timbul pendarahan dan bintik merah di badan,” jelasnya.

Untuk itu dirinya menghimbau, masyarakat bisa hidup lebih bersih dan sehat agar dapat terhindar dari nyamuk DBD. (A)

error: Content is protected !!