Nampak alat berat jenis Excavator saat mengeruk sampah di areal kanal Wamponiki pantai. (Foto: Erwino mediakendari.com/A)

Soal Sampah di Kanal Wamponiki Amburadul, Lurah Turunkan Excavator

Reporter : Erwino
Editor : Ismed

MUNA – Pemandangan sampah yang amburadul dan menumpuk hingga menimbulkan bau busuk di lokasi kanal Wamponiki pantai, Kecamatan Katobu Kabupaten Muna membuat pengguna jalan dan warga sekitar kurang nyaman.

Padahal pihak Kelurahan bersama warga sudah mencoba untuk membersihkan lokasi itu, meski dengan peralatan seadanya. Melihat kondisi itu, Kepala Lurah Wamponiki Muhammad Zahri Sifa, tak kehabisan akal.

Sebagai Lurah, ia merasa bertanggungjawab demi menciptakan kenyamanan bagi warganya. Apalagi menjelang Jambore PKK yang bakal digelar pada 24 Agustus 2019, kontingen dari daerah lain mulai banyak berdatangan.

Tak ingin dicemooh akibat kondisi wilayah otoritanya yang kurang baik, mantan Lurah Raha III itu terpaksa rela merogoh kocek dengan menyewa alat berat jenis exavator guna membersihkan lokasi kanal. Dibantu beberapa armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pembersihan ditargetkan tuntas sebelum hari H pelaksanaan Jambore.

BACA JUGA

“Terpaksa kita harus turunkan alat berat, karena bau busuk di lokasi kanal terlalu menyengat. Belum lagi tamu-tamu dari luar daerah sudah mulai berdatangan, kita ingin mereka juga nyaman selama berada di sini,” kata Muhammad Zahri Sifa saat ditemui di lokasi pembersihan kanal, Jumat (23/8).

Pria yang akrab disapa Bambang itu, berharap agar kedepannya kebersihan kanal tetap terjaga. Ia mengimbau kepada warga sekitar tak lagi membuang sampah di areal kanal.

“Dibutuhkan juga kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di sembarang tempat. Kalau daerah bersih, kan kita juga yang nikmati hasilnya,” pintahnya .

Ironisnya sambung Bambang, dengan melihat kondisi amburadul tersebur instansi terkait dalam hal ini Dinas PUPR setempat, yang menangani soal pemeliharaan areal kanal seakan tutup mata.

Sudah bertahun-tahun kanal di Wamponiki pantai belum mendapat perhatian. Aliran air pun tersumbat akibat semrawutnya sampah. Buntutnya, dasar kanal meninggi dan bau tak sedap menyebar kemana-mana.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR Muna belum berhasil dikonfirmasi. Edi Uga, Kadis PUPR sedang berada di luar daerah melaksanakan diklat. Jabatannya sementara diisi Sukarman Loke sebagai pelaksana harian. (A)

error: Content is protected !!