oleh

Tanggap Bencana Banjir Sulsel, Sekda Konawe Dukungan Penguatan Integrasi Jaminan Sosial

Redaksi

UNAAHA – Bencana alam yang melanda Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) serta sejumlah daerah lain di Indonesia pada awal tahun 2019, mendapat perhatian khusus Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand, Sp. MH. Hal ini berkaitan dengan sikap tanggap daerah, atas potensi bencana yang setiap saat bisa melanda, karena adanya fenomena cuaca atau pergantian musim, seperti bencana di Sulsel beberapa waktu lalu.

Untuk tanggap bencana, Jendral Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda Konawe ini menitikberatkan perhatiannya pada penguatan jaminan sosial masyarakat, untuk meminimalisir kerugian dan menjamin keberlangsungan hidup jika bencana itu terjadi.

“Pulau Sulawesi ini merupakan kawasan rawan bencana, maka dari itu kita upayakan semua masyarakat baik sisi usahanya seperti petani itu sudah diansuransikan. Agar di kemudian hari jika petani gagal panen itu sudah diansuransikan,” papar Ferdinand, Sp. MH pada mediakendari.com, Jumat (1/2/2019).

Ditemui usai memimpin ASN dalam senam pagi bersama dan penggalangan dana bantuan untuk korban Bencana Banjir Sulsel, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Konawe, Jumat pagi, Ferdinand, Sp. MH menegasnya perlunya penguatan integrasi jaminan sosial.

“Sesuai visi misi Pemda Konawe terkait jaminan sosial, Pemda memberikan perhatian serius pada jaminan sosial Kesehatan dan Ketenagakerjaan,” jelas mantan Kepala Dinas BPKD Konawe ini.

Menurutnya, hal ini juga sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bupati dan Wakil Bupati Konawe untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Jika angka kemiskinannya turun, maka pertumbuhan ekonomi naik, berarti masyarakatnya itu bisa sejahtera,” ujarnya.

Untuk mencapai hal ini, Pemda Konawe berusaha mendekatkan pelayanan publik agar mudah diakses setiap warga, guna mengurangi potensi pengeluaran akibat biaya operasional atau hal lainnya.

“Contohnya kita bangun Rumah Sakit yang standar nasional sehingga masyarakat kita tidak perlu jauh-jauh lagi untuk berobat,” tambahnya.

Diungkapkannya, bahwa gagasan mendekatkan pelayanan publik khususnya di bidang kesehatan ini, merupakan implemementasi integrasi jaminan sosial, yang sebagiannya telah dilaksanakan sejak tiga tahun lalu.

“Ini menjadi suatu model terintegrasi antara jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan dengan kesehatan itu sendiri. Di tiga tahun yang lalu kita sudah laksanakan program Satu Desa Satu Bidan,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan, untuk agenda senam bagi para ASN ini, merupakan agenda rutin yang diinstruksikan langsung Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa. Sementara untuk pengagalangan dana untuk korban bencana banjir Sulsel, dilakukan para mahasiswa.

“Pemda menghimbau ASN dan juga masyarakat Konawe untuk memberikan bantuan dalam bentuk apapun itu, agar bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena bencana,” tutupnya.

Terkini