oleh

Tanggapi Kasus Plagiat Rektor UHO, Prof Aslan Sayangkan Sikap Kemenristekdikti

KENDARI – Kasus plagiat Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Muhammad Zamrun telah menuai dualisme pendapat.

Pihak Ombusman Republik Indonesia (ORI) menyatakan Muhammad Zamrun terbukti plagiat. Sedangkan dari pihak Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyatakan kasus plagiarisme Rektor UHO itu tidak plagiat.

Perwakilan dari 30 Guru Besar UHO, Prof Aslan menyampaikan hasil pertemuannya dengan pihak Kemenristekdikti pada tanggal 18 Juli 2017 lalu dalam menyikapi persoalan kasus plagiat yang melibatkan Rektor UHO tersebut.

“Dalam pertemuan itu, kami mempresentasikan penemuaan tim 30 guru besar dan kesimpulannya adalah palgiat,” tutur Prof Aslan saat konferensi pres di salah satu hotel di Kendari, Senin (05/02/2018).

Prof Aslan mengatakan, dalam kasus tersebut, Kemenristekdikti tidak memakai metode Turnitin sedangkan Ombudsman RI memakai metode Turnitin.

“Jadi jelas beda karena metode yang dipakai tidak sama,” katanya.

Prof Aslan juga mengucapkan, pada tanggal 18 Juli 2017 lalu itu pertemuan belum ada keputusan resmi yang menyatakan Muhammad Zamrun plagiat atau tidak. Namun anehnya, divide yang keluar menyatakan Muahammad Zamrun tidak plagiat.

“Kami sangat sayangkan, kenapa pihak kementerian tidak menghargai pertemuan yang hampir dua jam itu,” ucapnya.

Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut ia menyebutkan, Prof Ali Gufron mengungkapkan kasus itu belum selesai dan belum diputuskan apakah plagiat atau tidak, sehingga akan ada proses lebih lanjut.

“Kami mempunyai rekamannya ketika dia keberatan, bahkan kami siap berdialog terbuka kepada pihak kementerian tentang temuan ini,” lanjut Prof Aslan.

“Kami sudah mengirim pesan, Insya Allah kami akan pergi ke Jakarta untuk menghadap menteri dan mudah-mudahan dia menerima,” sambungnya.

Prof Aslan menambahkan, dalam temuan tersebut pihaknya bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan kampus tempat dimana dirinya bekerja. Namun menurutnya, itu semua dilakukan demi kebenaran dan menjaga kehormatan UHO sendiri.

“Kami harus sampaikan ini, demi kebenaran untuk menjaga marwah citra dan kehormatan serta harga diri UHO,” tandasnya.

Reporter: Hendrik B
Editor: Jubirman

Terkini