Tips Menghindari Bullying di Media Sosial

Desain : Rifaldhy La Nene

Tips Menghindari Bullying di Media Sosial

Bullying (Penindasan, perundungan, perisakan, atau pengintimidasian) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang di mana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.

Bullying adalah penindasan yang dilakukan seseorang tanpa alasan karena merasa lebih memiliki power dibandingkan korban yang ingin di-bully. Power ini didapatkan dari rasa senioritas, kepemilikan, kedudukan, dan kepintaran.

Sekarang, dengan adanya dunia maya banyak pelaku cyber bully, (sebutan untuk pelaku bully di sosial media) berlindung di anonymous account (Akun samaran) untuk mem-bully orang lain. Setiap orang pun dituntut untuk pandai bersikap dalam menggunakan sosial media.

Ada banyak penyebab terjadinya cyber bullying. Berikut empat penyebab yang bisa membuat Anda menjadi korban.

  1. Tidak posting terlalu sering atau banyak. Posting terlalu sering dan banyak bisa mengganggu orang lain. Oleh karena itu, posting terlalu sering dan banyak dapat memancing adanya cyber bullying.
  2. Tidak mem-posting atau berkata-kata yang kurang baik di media sosial. Apapun yang di unggah ke sosial media, kemungkinan dapat menimbulkan menimbulkan pro dan kontra. Terlebih ketika posting sesuatu yang dianggap aneh dan mengundang bully, meskipun hanya bully di dalam hati. Oleh karena itu, sebagai pengguna sosial media, sebaiknya hindari mengunggah konten yang berpotensi mengganggu.
  3. Selektif memilih teman di sosial media. Akun media sosial tidak harus selalu terbuka untuk semua orang. Semakin banyaknya teman di media sosial, maka Anda harus siap-siap dengan banyaknya komentar yang datang.
  4. Tidak merespon atau membalas dengan reaksi yang berlebihan. Ketika seseorang mem-bully Anda, ingatlah bahwa reaksi yang Anda berikan adalah hal yang mereka tunggu. Jika Anda marah, Anda justru memberikan kekuatan kepada mereka. Membalas kembali bully, mengubah Anda menjadi seseorang yang memperkuat perilaku intimidasi. Bantu untuk menghindari seluruh siklus agresi. Sebisa mungkin untuk tetap bersikap tenang dan sopan.
Iklan dalam Berita Ana Wonua Distributor Oli Total