Reporter : Mumun
WANGGUDU – Tim Koordinasi Pengendalian Sumber Daya Air (TKPSDA) menyambangi Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (31/7/2019), untuk melihat langsung kondisi sungai Lasolo pasca banjir.
TKPSDA merupakan tim bentukan Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari yang menangani sungai Lasolo-Konaweha.
Salah seorang anggota TKPSDA, Nur Ramadhani As Sanah mengatakan, pihaknya mengapresiasi Pemkab Konawe Utara karena mampu bekerja sama dengan Pemerintah Pusat untuk penanganan pasca bencana banjir yang melanda Bumi Oheo beberapa waktu yang lalu.
BACA JUGA :
- Yuri Kemal Lantik Bupati Ikbar Ketua DPW PBB Sultra, Tegaskan: Ruksamin Putra Terbaik Sultra Layak Masuk Kabinet Prabowo
- KNPI Sultra Tuntut Investigasi Total Tragedi Longsong Tambang Nikel di Konut
- Polemik 5 Bokeo Mekongga Mencuat, LAT: Rusak Tatanan Budaya Suku Tolaki
- Kontrak Jembatan Sambandete Segera Berakhir, Progres Belum 50 Persen, IMPH Desak Dirjen Bina Marga Bertindak Tegas
- CBD Konawe Utara Belum Difungsikan, Sejumlah Bagian Bangunan Rusak, GERAK-SULTRA Desak Kejati Turun
- Gerak Sultra Kecam Sanksi Satgas PKH, PT Tiran Indonesia Masih Leluasa Lakukan Penjualan Nikel
“Setelah kunjungan kerja ini kami akan menyusun rencana kerja yang akan kami lakukan selanjutnya,” katanya.
Dalam kunjungan ini, Wakil Bupati Konut, Raup yang mendampingi kunjungan TKPSDA juga memaparkan kondisi geografis Konawe Utara khususnya hulu – hilir Sungai Lasolo sebelum dan setelah banjir.
“Bentang sungai Lasolo dari hulu hingga ke hilir kurang lebih 130 km. Tapi sejak musibah banjir yang merendam tiga kecamatan, sungai Lasolo mengalami pelebaran di beberapa titik karena tidak sanggup menampung debit air,” bebernya.
Peninjauan ke Sungai Lasolo ini dilakukan usai Rakor Pemda Konut bersama TJPSDA di Aula Bupati Konawe Utara. (B)











