oleh

Wakasek SMKN 2 Raha Kutuk Aksi Demo yang Libatkan Siswanya 

-NEWS-1.059 dibaca

MUNA – Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Raha Kabupaten Muna, La Ode Saadia mengaku menolak dan mengutuk atas tindakan demonstrasi yang meminta melibatkan pelajar di Polres Muna pada Rabu 19 Januari 2022.

Ia menyayangkan ada sejumlah pelajar yang tetap turun kejalan. Padahal pihak sekolah sebelumnya juga telah mengimbau untuk tidak terlibat dalam aksi demo tersebut sebab dapat mencidrai sekolah secara kelembagaan.

“Atas perintah pimpinan dari kemarin 18 Januari 2022 secara kelembagaan pihak sekolah sudah mengeluarkan himbauan kepada seluruh pelajar untuk tidak ikut demo,” ucap La Ode Saadia saat ditemui di Polres Muna.

Baca Juga : Kapolres Muna Janji Benahi SOP Penindakan Hukum Pelanggar Lalulintas 

Ia mengaku telah mengetahui pelajar yang terlibat dalam aksi demo tersebut sehingga secepatnya akan melakukan pembinaan disekolah.

“Kami sudah tahu karena saat siswa diajak demo kami juga turunkan security sekolah untuk mendokumentasikan siswa yang ikut ikutan demo,” ujarnya.

Saadia menyebut, terkait oknum Satlantas yang melakukan penindakan sampai ke dalam lingkungan sekolah sebelumnya sudah melalui izin dari pihak sekolah. Karena sebelumnya, Ia mengaku jika kedua siswa tersebut didapati melakukan pelanggar dijalan raya, dimana salah satunya tidak mengenakan helm ditambah bunyi knalpot yang dikendarai bersuara bising (bogar).

“Secara kasat mata kita tertipu, karena knalpotnya memang sesuai standar pabrikan hanya saja saringannya dibuka sehingga bunyinya sangat keras (bogar),” ungkap Sadia.

Sadia bilang saat itu anggota satlantas mencoba memberhentikan namun kedua siswa yang mungkin panik langsung tancap gas masuk hingga kedalam lingkungan sekolah sehingga disusul. Kemudian tak lama berselang sejumlah petugas Satlantas datang ke kantor serta meminta izin untuk mencari keberadaan siswa yang melakukan pelanggaran. Namun karena tidak ditemukan sehingga meminta pihak sekolah untuk mendampingi mencari kembali kendaraan tersebut yang disembunyikan.

“Saat petugas minta untuk masuk saya sendiri yang izinkan bahkan saya yang mendampingi saat petugas mengangkat motor siswa yang disembunyikan dibelakang kelas, sayangnya video yang sempat viral itu saya tidak kelihatan padahal ada saya,” katanya.

Ia juga mengakui jika kendaraan motor milik siswanya tersebut banyak ditemukan pelanggaran secara kasat mata diantaranya tidak ada spion, lampu sen, knalpot standar dibuat bogar, tidak pakai helm ditambah tidak punya SIM karena masih dibawah umur.

“Kalau tidak salah ada tujuh pelanggaran jadi itu motor seperti rangka termasuk tidak membawa kelengkapan surat berkendara seperti STNK,” katanya.

Pantuan MediaKendari.Com, nampak sejumlah pelajar ikut terlibat dalam aksi demonstrasi dari sekelompok pemuda yang tergabung dalam gerakan milenial pemerhati keadilan di Polres Muna.

Aksi demo tersebut terkait tindakan oknum Satlantas yang melakukan pengejaran terhadap pelanggar seorang siswa SMKN 2 Raha hingga masuk kedalam lingkungan sekolah.

 

Penulis : Arto Rasyid

Terkini