Reporter : Ruslan
Editor : Kang Upi
KENDARI – Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari nampaknya menjadi satu-satunya Wilayah Metro yang hingga saat ini belum merasakan jaringan seluler maupun internet.
Dengan tidak adanya akses jaringan seluler ini, warga di daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) ini terhambat dalam beraktifitas.
Dikonfirmasi atas hal ini, Walikota Kendari Sulkarnain Kadir menjelaskan, jika Pemerintah Kota Kendari tengah mengupanyakan agar warga Abeli dalam bisa mencapatkan akses jaringan seluler.
“Kami sedang upayakan dengan pihak Telkom maupun para provider. Inikan kepentingan bisnis, tentu mereka punya pertimbangan. Jadi ini terkait dengan pihak lain, kita tidak bisa memaksa provider untuk membukanya,” ungkap Sulkarnain pada mediakendari.com, Senin (8/4/2019).
Politik PKS menjelaskan, dirinya kerap mendengar istilah dari masyarakat Abeli Dalam bahwa mereka belum merdeka dikarnakan, belum adanya jaringan seluler tersebut.
“Keluhan dari masyarakat sudah kita dapatkan jadi sedang diupayakan, apalagi kita adalah Ibu Kota Provinsi. Karena kita ada program bahwa semua kelurahan pelayanannya berbasis digital,” pungkasnya.
Baca Juga :
- LIRA Sultra Desak Gakkum Beri Sanksi Pidana PT Sambas Atas Dugaan Perambahan Hutan Mangrove
- Ditresnarkoba Polda Sultra Ungkap Kasus Narkotika Lintas Provinsi, 6 Tersangka dan 2,3 Kilogram Sabu Diamankan di Kendari
- Discover The Wild Season 3 Kembali Digelar, Hadirkan Edukasi dan Pameran Satwa di Hotel Qubah Kendari
- Luar Biasa! Sultra Dipilih Jadi Percontohan Nasional KUHP-KUHAP Baru, Wakajagung, Wakapolri & Waka MA Kompak Puji Polda-Kejati-PT Sultra
- COUNTDOWN! Sisa 6 Hari Lagi, INFORMA Living Plaza Kendari Kasih Cashback 10%, Jangan Sampai Ketinggalan!
- Promo Spektakuler INFORMA Kendari: Hadirkan Nyaman di Setiap Ruang, Ada Rak WALLY Hingga Kursi Ergonomis G NEO MJOLNIR
Dikesempatan berbeda, salah seorang warga Abeli Dalam meminta Pemkota Kendari segera membantu jaringan seluler di wilayahnya. Menurutnya, sejak beberapa kali Walikota berganti warga setempat belum merasakan akses jaringan.
“Kita naik gunung dulu cari jaringan itupun sinyalnya putus-putus atau tidak kuat,” singkat warga yang minta namanya tidak dituliskan ini. (A)











