Editor : Kang Upi
KENDARI – Tangan dingin kepemimpinan Kery Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara (KSK – GTS) sebagai Bupati dan Wakil Bupati kembali menorehkan catatan emas dalam perjalanan Kabupaten Konawe.
Setelah sukses menarik investor untuk membuka kawasan mega industri Morosi dengan masuknya PT Virtue Dragon Nickel Industrial Park (VDNIP), Kabupaten Konawe akan kembali kedatangan investor besar.
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara menjelaskan, dalam waktu dekat akan dibuka kawasan mega industri di Kecamatan Routa, dengan lini industri berat.
“Investasi di Routa itu sebesar Rp 74 triliun, dengan konsep terkoneksi antara industri feronikel, stainless, kobalt untuk mendukung gagasan Presiden Jokowi dalam program mobil listrik,” papar GTS.
Menurutnya, investasi tersebut nantinya akan melibatkan perusahaan multinasional. Untuk kebutuhan pembukaan kawasan mega investasi ini, saat ini proses perizinan sedang dilakukan.
“Bapak Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa telah beberapa kali melakukan presentasi, dan InsyaAllah, Pak Bupati sudah memberikan lampu hijau untuk kepastian soal kawasan mega investasi itu,” tambahnya.
Baca Juga :
- Tampil Maksimal, SMAN 8 Konsel Optimis Juara Harapan Satu
- Gubernur ASR Beberkan Empat Prioritas Pembangunan di Sultra di Hadapan Lukman Abunawas saat Pengukuhan IKA SMAN 1 Kendari
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Tri Saktiawan Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah
- DPRD Konawe Terima Rancangan KUA-PPAS Perubahan 2026 dari Pemda, Sekda : Defisit Rp174,5 Miliar Ditutup SiLPA dan Pinjaman
- Ditreskrimsus Polda Sultra Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Pemkot Baubau, Berkas Tersangka Dinyatakan Lengkap
- FEB Unusia Siap Bertransformasi dengan Pimpinan Baru
Gusli juga menuturkan, selain investasi mobil listrik tersebut, Kabupaten Konawe juga kedatangan investor yang ingin membangun pembangkit listrik tenaga surya, yang investasinya berada di Kecamatan Morosi.
“Ini sebenarnya untuk mewujudkan rencana Presiden Joko Widodo bagaimana mempersiapkan ketersediaan listrik 35 ribu megawatt untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional dalam rangka mendorong industri nasional, ” ujarnya.
Untuk saat ini, kata Gusli, di Morosi sudah tersedia 450 megawatt dan 1.750 megawatt, namun kedepannya yang akan ditingkatkan adalah energi terbarukan yang juga sedang didorong Pemda Konawe.
“Pemerintah Konawe memang mendorong agar energi terbarukan menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik, yang melibatkan perusahaan multinasional untuk mendukung mega industri di Konawe,” pungkasnya.











