Ekspose 10 Tahun NUSA, Nur Alam Minta Maaf Kepada Masyarakat Sultra

325
Video testimoni Nur Alam di ekspose 10 tahun NUSA
Video testimoni Nur Alam di ekspose 10 tahun NUSA. (Foto: Rahmat R)

KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Non aktif, Nur Alam tidak dapat hadir secara langsung dalam acara ekpspose 10 tahun NUSA berkarya di Bumi Sultra, pada Selasa 13 Februari 2018 di salah satu hotel ternama di Kendari.

Tetapi melalui video testimoni yang diambil khusus oleh Asdar Yusuf alias Daru untuk sambutan acara itu, Nur Alam menyampaikan permohonan maafnya kepada semua masyarakat Sultra.

“Permohonan maaf yang setulus-tulusnya atas kekurangan dan kelalaian serta kesalahan yang telah saya lakukan kepada seluruh rakyat di Sultra. Baik para PNS dan juga para pejabat di berbagai lembaga yang bertugas di Sultra,” katanya dalam vidio tersebut, Selasa (13/2/2018).

Ia mengucapkan, sejak Juli 2017 tugas jabatan gubernur harus dilanjutkan oleh Saleh Lasata selaku Wagub Sultra, sebab dirinya harus mempertanggung jawabkan semua rangkaian proses hukum.

“Sambutan ini saya juga awali dengan ucapan terima kasih walaupun hanya melalui testimoni dan tidak bisa berhadapan langsung dengan bapak ibu sekalian,” ucap Gubernur Sultra dua periode ini.

Nur Alam juga menilai perjalanan satu dasawarsa bersama Saleh Lasata memiliki nilai dan berbagai dinamika.

Meski demikian, ia tidak dapat merangkaikan satu persatu terutama memperjuangkan kepentingan masyatakat Sultra.

“Kita hanya bisa menyerahkan hasil perjuangan kita kepada masyatakat Sultra untuk menilai dan kembali kepada Allah SWT,” terangnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sultra ini mengatakan, jika perjuangannya 10 tahun hanya sebatas apa yang nampak saat ini saja.

“Apa yang kami dedikasikan dan tanpa merasa lelah hari ini. Selangakh takan pernah mundur, sedikitpun tak akan lelah dan segala resiko kami harus pertanggungjawabkan termasuk apa yang saya lewati saat ini, ” tegas mantan ketua DPW PAN Sultra ini.

Dikatakannya, dari 10 tahun lalu memberikan pelayanan dari dasar hingga percepatan pembangunan ekonomi daerah di Sultra.

“Kita harapkan kedepannya Sultra yang bisa maju hingga bisa bersaing dengan daerah yang telah lebih dulu unggul,” harap Nur Alam.

“Bersama Istri saya, Tina Nur Alam dan anak-anak saya, kami berterima kasih dan sekali lagi mohon maaf kepada masyarakat Sultra atas yang saya lakukan. Kita saling mendoakan agar Allah menurunkan hidayah dan karunianya kepada kita semua, ” tukas Nur Alam.

Reporter: Rahmat R
Editor: Kardin

LEAVE A REPLY