AMERIKA – Bank Sentral Amerika, Federal Reserve, membiarkan suku bunga utamanya tidak berubah hari Rabu dan memproyeksikan tidak ada kenaikan suku bunga pada tahun ini, secara dramatis menegaskan rencananya “bersabar” terhadap kenaikan lebih lanjut.
Baca Juga :
- Gandeng Kejati Sultra, Gubernur Percepat Pengamanan Aset Daerah dan Tata Kelola SDA
- GERAK SULTRA Apresiasi Rencana Kejati Sultra Cek dan Verifikasi Tambang Nikel di Pulau-Pulau, Termasuk Pasca Tambang Milik Istri Gubernur Sultra ASR Juga
- Gubernur Sultra Tantang Penegak Hukum (Satgas PKH) Periksa Istrinya Terkait PT TMS yang Menambang Nikel di Hutan Lindung Pulau Kabaena
- Harga Acuan Nikel September Turun, HMA Tercatat US$16.733,33 per WMT
- Trump Berikan Penghargaan Medal of Freedom kepada Mariano Rivera
- Toilet Emas 18 Karat Dicuri dari Istana Blenheim di Inggris
The Fed mengatakan pihaknya mempertahankan suku bunga acuan – yang bisa memengaruhi apa saja, mulai dari KPR sampai kartu kredit – dalam kisaran 2,25 hingga 2,5 persen. Bank Sentral juga mengumumkan akan berhenti menyusutkan portofolio obligasi pada September, langkah yang seharusnya membantu menekan suku bunga jangka panjang. The Fed akan mulai memperlambat limpasan dari portofolio obligasi pada Mei.
Keputusan the Fed itu disetujui dengan suara 11 banding 0.
Menurut beberapa pengamat Fed, langkah berikutnya mungkin pengurangan suku bunga akhir tahun ini jika ekonomi melambat seperti banyak dikhawatirkan akan terjadi. (ka)











