Reporter: Kardin
Editor : Kang Upi
KOLAKA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kolaka menetapkan Desa Lambolemo, Kecamatan Samaturu sebagai desa binaan pengawas pemilu, sebagai pilot project dalam menangkal berbagai kecurangan sekaligus mencegah praktik politik uang pada pemilu mendatang.
Hal tersebut sebagaimana dibahas dalam Rapat Dalam Kantor (RDK) bertema ‘Koordinasi Dengan Mitra Kerja Dalam Rangka Pelaksanaan Desa Binaan dan Pengawasan DPT Berkelanjutan’ yang digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Kolaka, Kamis kemarin (21/11/2019).
Hadir dalam RDH ini, sejumlah mitra kerja Bawaslu Kolaka seperti Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil, Kepala Desa, KPU Kolaka dan perwakilan dari pihak sekolah.
Baca Juga :
- GERAK-SULTRA Bakal Kawal Penertiban Aset Pemprov Sultra, 800 Temuan BPK RI Jangan Dibiarkan Mengendap
- HMI Untuk Bangsa atau Sekedar Untuk Gerbong?
- Kapolda Sultra Buka Ruang Kritik Pers, Dorong Pemberitaan Akurat untuk Jaga Kamtibmas
- Direktur Penyidikan Jampidsus Dikonfirmasi Penindakan Hukum Terkait Sanksi Satgas PKH Rp2,19 Triliun terhadap Istri Gubernur Sultra ASR Belum Merespons
- Perubahan APBD 2026 Sultra Fokus Perkuat Pelayanan Dasar dan Pembangunan Daerah
- Kejati Sultra Akui Geledah Rumah Direktur PT WNN Hasil Tambang Nikel di Kolaka, LMP Desak Bongkar Hasil Penyitaan
“Desa Binaan yang akan dibentuk ini menjadi awal percontohan bagi desa-desa yang ada di beberapa kecamatan. Tujuannya untuk memberikan pemahaman masyarakat tentang demokrasi, sehingga bisa mengurangi pelanggaran pemilu,” kata Ketua Bawaslu Kolaka, Juhardin.
Menurutnya, Desa Lambolemo bisa menjadi pionir dalam pengawasan partisipatif. Pihaknya optimis program itu bisa menambah desa pengawasan politik dan desa anti politik uang.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Lambolemo Kecamatan Samaturu, Usman mengaku dirinya menyambut positif gagasan yang diinisiasi Bawaslu Kabupaten Kolaka tersebut.
“Saya senang dengan gagasan Desa Binaan itu ditempatkan di desa kami, tentu saja saya dan masyarakat bisa menjadi desa percontohan pengawasan pemilu, sehingga bisa menggiatkan partisipasi masyarakat dalam mencegah pelanggaran seperti politik uang,” katanya.
Tanggapan yang sama juga disampaikan Sekretaris Dinas BPMD Kabupaten Kolaka, Rahmat Hidayat, bahwa pihaknya memberikan apresiasi kepada Bawaslu Kolaka atas rencana pembentukan desa binaan pengawas pemilu.
“Saya mendukung pembentukan desa binaan ini, karena ke depan bisa membantu pengawas pemilu dalam mengurangi kecurangan maupun pelanggaran yang terjadi di pemilu,” paparnya. /A











