Reporter: Hendrik B
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara (Sultra), mengembangkan wisata alam berbasis masyarakat di Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Lasolo, Pulau Labengki, Kabupaten Konawe Utara.
Kepala BKSDA Sultra, Sakrianto Djawie, SP., M.Si mengatakan, pengembangan wisata alam itu, bertujuan memberi manfaat terhadap peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata maupun ekonomi masyarakat.
Baca Juga :
- Kapolda Sultra Buka Sertifikasi Penyidik TPPA 2026, Perkuat Kompetensi Penanganan Perempuan dan Anak
- Peduli Dampak Kemarau, Polres Konawe Selatan Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Aosole
- KPK Tindak Lanjuti Laporan LIRA Sultra Terkait Dugaan TPPU Gubernur Sultra, Pekan Ini Serahkan Dokumen Tambahan
“Kami berharap pengembangan ekowisata dengan melibatkan masyarakat sekitar, bisa menjadi pemerataan yang sesuai dengan konsep pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Sehingga masyarakat secara bijak memahami fungsi dan kawasan serta berperan aktif dalam pelestarian kawasan,” ungkap Sakrianto.
Pengembangan ekowisata ini juga dapat terwujud, apabila sinergitas antara masyarakat, BKSDA Sultra dan stakeholder lainnya bekerja sama.
“Jadi terwujudnya pengembangan ekowisata di TWA Teluk Lasolo karena adanya dukungan dan kerja sama dari pihak terkait,” ujarnya.
Lanjut Kepala Balai KSDA Sultra, dengan konsep itu, maka akan menumbuhkan peran serta masyarakat untuk menjaga kawasan konservasi, karena menjadi sumber peningkatan ekonomi mereka. Sehingga menjadi jaminan untuk kelestarian kawasan tersebut.(B)











