Reporter : M. Ardiansyah R
Editor : Taya
KENDARI – Sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) terus dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra, salah satunya kepada Aparat Sipil Negara (ASN) dilingkup Sekretariat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (6/11/2019).
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra, Imron Korry mengatakan sosialisasi ini menjadi penyambung lidah bagi ASN untuk menjadi agen-agen anti narkotika.
Imran Korry membeberkan berdasarkan hasil survei sejak 2017 sampai dengan 2019 ada sebanyak 28 ribu pencandu narkoba di Sultra yang terdiri dari 1500 orang lebih yang telah direhabilitasi dan
26.500 orang yang belum terlihat hingga saat ini.
“Kurang lebih 1500 orang yang sudah direhab, menurut perkiraan hasil surveinya itu 28 ribu orang pecandu, jadi masih kurang 26.500 orang yang belum dilihat sampai saat ini,” bebernya
Baca Juga :
- Tri Saktiawan Nahkodai Perindo Konawe, Target Raih Lima Kursi Legislatif
- Tri Saktiawan Nahkodai Perindo Konawe, Kepengurusan Baru Periode 2024–2029
- Kapolda Sultra Terima Audiensi Bea Cukai, Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Rokok Ilegal
- Satgas KSD DPP LAT Layangkan Surat Kedua ke SCM, Perkuat Sinergi Jaga Kedaulatan Sumber Daya
- LSM FKPK dan GERAK Minta Pernyataan Sekretaris LPM soal Kepemilikan Wisata Pantai Toronipa Diuji
- Menteri Trenggono Pimpin Upacara HUT RI ke-81 di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya Konawe
Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sultra, Kombes Pol. Satria Adhy Permana mengatakan pada 2017 pihaknya menangani kasus narkoba sebanyak 203 dengan jumlah tersangka 308. Sedangkan pada 2018 tercatat 290 kasus dengan 400 tersangka.
“Kami coba mengubah strategi pada bandar besar dan kurir. Disini turun dibandingkan tahun sebelumnya, tapi barang bukti yang besar, tetapi namanya bandar bukannya kapok mereka terus lagi coba lagi,” katanya. (a)











