oleh

Cerita Dibalik Suksesnya Pakaian Dolomoni yang Dikenakan Presiden RI

-NEWS-245 dibaca

BAUBAU – Pakaian kebesaran Sultan Buton bernama pakaian Dolomani yang dikenakan oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) pada upacara peringatan hari kemerdekaan RI 17 Agustus 2022 beberapa waktu lalu mengisahkan cerita yang terbilang luar biasa.

Pasalnya, salah satu baju adat Buton tersebut dikerjakan dalam waktu yang cukup singkat atau hanya beberapa hari saja.

Hal itu diakui oleh Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Ahmad Monianse. kata Monianse, Gubernur Sultra, H Ali Mazi, SH meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau untuk menyiapkan pakaian adat Buton atas permintaan Sekretariat Negara pada Kamis, 11 Agustus 2022.

Baca Juga : Gedung Auditorium UHO Resmi Digunakan

Ia bercerita pakaian itu sudah harus tiba dua hari kemudian di Istana Negara atau tepatnya Sabtu, 13 Agustus 2022. Monianse pun menyanggupi permintaan tersebut. Hasilnya, dalam waktu yang ditentukan pakaian Dolomani secara lengkap berhasil diselesaikan dan dikirim ke Istana Negara.

“Alhamdulillah, penjahit kita cekatan karena dimotivasi semangat agar produk dan hasil karya kita diapresiasi oleh bapak Presiden, maka dikerjakan dengan kecepatan diatas rata-rata, dua hari sudah tuntas. Biasanya yang begitu, satu minggu pun kadang-kadang belum tuntas,” ungkap Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse dalam keterangannya ditulis Jum’at, 19 Agustus 2022.

Politisi PDIP itu pun merasa bangga hasil kerajinan tangan oleh generasi Buton dapat dikenakan oleh orang nomor wahid di NKRI.

“Ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Baubau dan masyarakat untuk terus melestarikan kebudayaan Buton,” ujarnya.

Baca Juga : UHO Gelar Dies Natalis Ke 41, Rektor UHO : Kita Tingkatkan Akreditas UHO

Dari penelusuran wartawan Mediakendari.com, diketahui baju adat Dolomani yang dikenakan oleh Jokowi dibuat oleh beberapa orang diantaranya untuk jubahnya dijahit oleh Husain dari Sampaga Taylor. Sedangkan untuk Kotango (Pakaian dalam/rompi), Sulepe (Ikat Pinggang) dan Songko (Peci) dibuat oleh Asria dan Sri Putri. Sementara untuk Katuko (Tongkat) dan Tobo (Keris) diselesaikan oleh Asri.

Sebagai informasi juga, pakaian Dolomani pernah dikenakan oleh Sultan Buton ke-37, yakni Muhammad Hamidi Kaimuddin atau Oputa Yi Malige. Baju itu selalu digunakan Sultan Buton saat menghadiri upacara-upacara resmi Kesultanan.

Penulis : Ardilan

Facebook : Mediakendari