oleh

Gubernur Ali Mazi : ITK Buton Pilar Masa Depan Kemajuan Pembangunan Sektor Kelautan Perikanan

-NEWS-240 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Institut Teknologi Kelautan (ITK) Buton kian siap mengambil peran sebagai salah satu pilar masa depan kemajuan pembangunan sektor kelautan perikanan untuk kemajuan daerah dan bangsa, apalagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepimpinan H Ali Mazi, SH memberikan dukungan penuh, termasuk diantaranya beasiswa bagi para mahasiswa.

“Kita baru saja mengikuti prosesi pelantikan rektor dan pejabat lain di lingkup ITK Buton. Untuk itu, selamat atas pelantikannya. Semoga saudara-saudari sekalian, dapat sukses menjalankan amanah yang diberikan, menjadikan ITK Buton sebagai lembaga pendidikan terkemuka dan menjadi pilar masa depan kemajuan pembangunan sektor kelautan dan perikanan untuk kemajuan daerah dan bangsa kita tercinta,” ungkapkan Gubernur Sultra, H Ali Mazi, SH usai melantik Rektor ITK Buton, Prof Ir H La Sara MSi PhD, beserta seluruh jajarannya, Senin (07/11/2022).

Orang nomor satu di Sultra itu menilai luas perairan laut Sulawesi Tenggara sekitar 114.879 (seratus empat belas ribu delapan ratus tujuh puluh sembilan) meter persegi atau 70 persen dari luas total Sulawesi Tenggara. Potensi perikanannya diperkirakan sekitar ± 1 juta ton/tahun yang diusahakan oleh nelayan berjumlah sekitar 73 ribu orang atau 2,8 persen dari total penduduk Sulawesi Tenggara.

Baca Juga : Tekan Inflasi Kota Kendari, Pemkot, Bulog dan BI Kerjasama Gelar Pasar Murah

“Kedudukan posisi geografis perairan Sulawesi Tenggara merupakan perlintasan dari timur ke Barat dan dari Utara ke Selatan Indonesia. Daerah Sulawesi Tenggara merupakan jalur tol maritim dari Indonesia bagian Barat ke Indonesia bagian Timur (demikian sebaliknya). Perairan kita Sulawesi Tenggara di pengaruhi “Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI 2) yang melewati laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, Selat Lombok dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI 3) yang melewati Samudera Pasifik, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Laut Sawu, dan Samudera Hindia,” kata Gubernur Ali Mazi.

Uraian tersebut di atas membangkitkan semangat kita untuk membangun interaksi kegiatan ekonomi perikanan dan kelautan dalam aspek luas, baik di darat, pesisir dan laut. Uraian tersebut juga menunjukan bahwa sumberdaya perairan dan laut serta jasa lingkungan kelautan yang dimiliki daerah dan bangsa ini sangat besar untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan umat manusia.

Baca Juga : Rocky Gerung Nilai SDM Lokal Sultra Bisa Kelola Daerahnya Sendiri

Analisis potensi ekonomi Sumberdaya Perikanan dan Kelautan secara umum di Indonesia –dan juga terdapat di Sulawesi Tenggara mencakup 11 (sebelas) sektor, yaitu perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan industri bioteknologi, sumberdaya wilayah pulau kecil, hutan Mangrove, pariwisata Bahari, perhubungan Laut, industri dan jasa maritim pertambangan dan energi, non-Conventional serta resources.

Total potensi ekonomi 11 sektor tersebut di Indonesia mencapai US$ 1,338 triliun (satu koma tiga ratus tiga puluh delapan triliun US dollar) pertahun atau 4 kali lipat dari APBN kita.
Lapangan kerja diserap mencapai 45 juta orang atau 40 persen Total Angkatan Kerja Indonesia. Kontribusi ekonomi kelautan bagi PDB Indonesia sekitar 22 persen pada 2014.

Bandingkan dengan negara-negara lain dengan potensi kelautan lebih kecil seperti Thailand, Korea Selatan, Jepang, Maldives, Norwegia, dan Islandia mempunyai kontribusi ekonomi lebih besar 30 persen.

Baca Juga : Refleksi Cross Cutting Power and Cross Cutting Loyalities Demokratisasi 2024 Di Sulawesi Tenggara

“Sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara, saya menaruh harapan besar kepada rektor dan sivitas akademika ITK Buton agar mengambil peran besar mengembangkan sumberdaya kelautan dan perikanan terutama di daerah agar memberikan kontribusi besar dalam mengatasi masalah ekonomi, sosial dan lingkungan khususnya di daerah ini melalui pengembangan sektor kelautan dan perikanan,” kata Gubernur Ali Mazi.

Gubernur Ali Mazi sangat yakin bahwa ITK Buton secara perlahan dapat mewujudkan harapan besar ini. Rektor dan segenap sivitas akademi ITK Buton harus bekerjasama saling mendukung memajukan ITK Buton secara internal, dan bersama dengan stakeholder, yang meliputi pemerintah /pemerintah daerah, industri/swasta, lembaga masyarakat, media, dan masyarakat secara luas memajukan ITK Buton secara eksternal.

“Sivitas ITK Buton tidak boleh “diam”, harus mempunyai cita dan ambisi besar, harus mempunyai pemikiran besar, harus membangun jaringan komunikasi dan kerja sama yang luas dan efektif, mempunyai pandangan jauh kedepan, selalu optimis, serta berani membuat terobosan baru dan bertindak rasional. Kita harus menciptakan imej bahwa keunggulan ilmu-ilmu kelautan itu ada di Sulawesi Tenggara. Kalau orang mau bicara teknologi pertanian, maka datanglah ke IPB (Institut Pertanian Bogor), kalau mau berbicara soal teknologi perkapalan datanglah ke ITS (Institut Teknologi Surabaya), kalau mau berbicara teknik sipil datanglah ke ITB (Institut Teknologi Bandung), dan “apabila ingin mendalami ilmu kelautan secara utuh, datanglah ke ITK (Institut Teknologi Kelautan) Buton,” katanya.

Reporter : Rahmat R.