oleh

HPN 2022 di Sultra Bakal Dimeriahkan dengan Tarian dari Bupati Indramayu 

-NEWS-129 dibaca

JAKARTA – Semarak hari pers nasional (HPN) tahun 2022 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal dimeriahkan dengan penampilan tarian dari Bupati Kabupaten Indramayu, Nina Agustina.

Ketua Umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari pun menyambut kabar baik tersebut. Salah satu penerima anugerah kebudayaan (AK) PWI pusat itu bakal menampilkan tarian topeng “Kelana Gandrung”.

“Ada empat bupati/wali kota yang membawa tim keseniannya ke Kendari. Masing-masing Bupati Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara, Bupati Magetan, Provinsi Jawa Timur, dan Bupati Sumbawa Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),” ucap Ketua AK-PWI, Yusuf Susilo Hartono dalam keterangannya ditulis Jum’at, 28 Januari 2022.

Baca Juga : Ketua HIPMI Sultra Lantik 17 Pengurus Cabang HIPMI

Yusuf bilang, hanya Nina yang akan menari bersama bersama Aerli, cucu penari topeng legendaris almarhumah Mimi Rasinah dari sanggar seni tari topeng Mimi Rasinah yang diiringi langsung nayaga dan gamelan hidup yang dibawa dari Indramayu. Reputasi Aerli sendiri, sebagai penari topeng sudah melanglang buana mengikuti berbagai festival  internasional seperti di Jepang, Belanda hingga Australia.

“Tarian ini biasanya untuk moruat atau (mengobati) daerah yang sedang terkena wabah penyakit, karena di setiap gerakan tarian ini bermakna keberkahan untuk semua. Juga melambangkan kecintaan rakyat kepada pemimpinnya akan memberikan energi positif  terhadap pemimpin dalam menjalankan setiap roda pemerintahan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Magetan Suprawoto membawa tim penari yang akan mempersembahkan tarian “Jalak lawu” karya koreografer Siska Hariyati, dimainkan oleh Sanggar Mahalawu Dance Performace, karya koreografer  Siska Hariyati. Dalam kariernya, Siska pernah tampil di Amerika Serikat, Bangkok, beberapa kota di Tanah Air, serta menari dalam film “Cokro” garapan Garin Nugroho. Sebagai “bupati penulis”, Suprawoto bakal melaporkannya di media massa setempat. Sudah belasan tahun, Suprawoto menekuni dunia tulis-menulis, dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Setiap minggu tulisannya muncul di kora/majalah.

Baca Juga : Pemkot Kendari Kukuhkan Ketua RT/RW Terpilih di Kelurahan Kadia

Bupati Sumbawa Barat Musyafirin membawa rombongan Seni Tradisi Ratib Sakeco. Di Sumbawa, seni yang satu ini biasanya tampil saat acara adat  dan perayaan kegembiraan  saat tibanya musim panen, perkawinan, dll. Sebagai ungkapan syukur pada manusia dan lingkungan alam. Dimainkan Sanggar Pusakalangit Sumbawa Barat, dengan koreografer Sajadah. Di daerahnya, Sajadah, dikenal sebagai kreator tari lumpur, hingga penyelenggara kemah budaya.

Bupati Buton, Sumbawa Barat, La Bakry membawa rombongan Tari “Kambero.” Tarian ini, di Buton, biasa untuk menyambut tamu, yang dimainkan 10 penari muda, lelaki dan perempuan. Ada beberapa jenis tarian untuk menyambut tamu, yang dimainkan oleh penari tua, hingga penari remaja (perempuan). Namun Tarian Kambero dengan andalan gerak dinamis dan permainan kipas ini yang dipilih untuk sajikan di Kendari.

Adapun ke-9 Bupati/Wali Kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, tanpa peringkat,  yaitu Wali Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, Fadly Amran (Datuak Paduko Malano);  Bupati Magetan, Jawa Timur, Suprawoto,  Bupati Lamongan, Jawa Timur, Yuhronur Efendi.

Bupati Indramayu, Jawa Barat, Hj. Nina Agustina,  Wali Kota Bekasi, Jawa Barat,  Bupati Sumbawa Barat, NTB, Musyafirin; Wali Kota Bengkulu, Bengkulu, H. Helmi Hasan; Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka; Bupati Buton La Bakry, Sulawesi Tenggara, dan Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Hendra Lesmana. (Adm).

 

Penulis : Redaksi

Terkini