Reporter : Mumun
Editor : Kang Upi
WANGGUDU – Bulan suci Ramadhan tinggal tinggal beberapa hari lagi, sejauh ini belum mempengaruhi harga kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Berdasarkan hasil inspeksi mendadak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Konut ke Pasar Lambudoni, harga Sembako terpantau masih stabil dan belum ada kenaikan harga.
“Hingga hari ini harga Sembako terbilang masih stabil dan dipastikan belum ada kenaikan jelang masuknya puasa. Tadi kita data di pasar Lambudoni cuman bawang putih yang naik, itu pun tidak seberapa. Habis itu semua stabil harganya,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Konut, Ery Husainy, Jumat (3/5/2019).
Menurut Ery, jika ada kenaikan harga pada sejumlah item kebutuhan rumah tangga, itupun hanya terjadi karena melihat momentum. Dan setelah itu harga kembali normal dan mengikuti pasaran seperti biasanya.
Ery menyebutkan, harga sembako yang tidak mengalami kenaikan salah satunya Beras yang masih tetap di harga Rp 8.000 per liter, gula pasir lokal dari harga Rp12 ribu per liter turun menjadi Rp11.000.
Baca Juga :
- GERAK-SULTRA Bakal Kawal Penertiban Aset Pemprov Sultra, 800 Temuan BPK RI Jangan Dibiarkan Mengendap
- HMI Untuk Bangsa atau Sekedar Untuk Gerbong?
- Kapolda Sultra Buka Ruang Kritik Pers, Dorong Pemberitaan Akurat untuk Jaga Kamtibmas
- Direktur Penyidikan Jampidsus Dikonfirmasi Penindakan Hukum Terkait Sanksi Satgas PKH Rp2,19 Triliun terhadap Istri Gubernur Sultra ASR Belum Merespons
- Perubahan APBD 2026 Sultra Fokus Perkuat Pelayanan Dasar dan Pembangunan Daerah
- Kejati Sultra Akui Geledah Rumah Direktur PT WNN Hasil Tambang Nikel di Kolaka, LMP Desak Bongkar Hasil Penyitaan
Begitu pun harga daging sapi masih terbilang stabil di harga Rp 110 ribu per kilonya dan untuk ayam potong juga masih di harga Rp.60.000.
“Untuk stok barang sendiri jelang puasa juga masih aman, masyarakat nda perlu khawatir melaksanakan bulan suci ramadhan,” ujarnya. (A)











