oleh

Ketum IPSI Baubau : Kapolres Cup Sejak Awal Memang Tak Punya Dana Pembinaan

BAUBAU – Kejuaraan pencak silat daerah bertajuk Kapolres Cup yang digelar belum lama ini sejak awal memang tak punya dana pembinaan. Seperti dikatakan Ketua IPSI Baubau, hal tersebut, karena memang belum ada anggaran untuk Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) cabang Kota Baubau.

Ketua Umum IPSI, Nasaruddin mengaku, kaget mendengar kabar jika ada atlit pencak silat yang merasa kecewa usai mengikuti kejuaraan Kapolres Cup karena tidak adanya dana pembinaan yang diperoleh sesuai isi proposal kegiatan.

“Informasi yang saya dengar didalam proposal kegiatan memang tertulis ada uang pembinaan bagi yang memperoleh juara. Tetapi, saat realisasinya justru yang didapat cuma trofi saja. Ini lah yang membuat kecewa peserta,” ungkap Nasaruddin dikonfirmasi Senin (6/8/2018).

Padahal, kata dia, yang tertuang dalam proposal seharusnya dilaksanakan. Bukan untuk diingkari.

“Yang tertuang diproposal harusnya itu yang dilakukan. Kalau sebaliknya, itu kan bisa jadi pembohongan atau penipuan. Karena, ada dana atau anggaran yang berputar disitu. Pada saat pendaftaran, panitia meminta uang 50 ribu rupiah per atlit. Disamping per atlit, per tim juga dimintai uang,” bebernya.

Dikatakan, Kapolres Cup merupakan event pencak silat daerah. Sehingga, adanya dana pembinaan bagi yang juara menarik minat kontingen atlit dari daerah Kendari dan Muna Barat.

“Apalagi judulnya adalah Kapolres Cup, Yang terlibat ada juga dari pihak kepolisian,” imbuhnya.

Olehnya itu, dia menilai panitia pelaksana yang mengatasnamakan IPSI dalam kejuaraan pencak silat Kapolres Cup telah mencederai kelembagaan.

“Kalau memang ada tindak pidana disini, selaku ketum IPSI Baubau, saya minta kepada aparat hukum segera menindaki. Karena hal ini bisa mencemarkan nama organisasi IPSI dan rentetannya juga bisa berimbas nama kota Baubau,” tandasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan kejuaran pencak silat Kapolres Cup beberapa waktu lalu dilaksanakan tanpa sepengetahuan ketua umum IPSI Baubau. (b)


Reporter : Ardilan
Editor : Hendriansyah

Terkini