MEKSIKO – Pemerintah Meksiko hari Rabu (13/3) mengatakan telah melancarkan operasi pencarian resmi untuk menemukan 19 migran yang ditarik keluar dari sebuah bis oleh sekelompok orang bersenjata, di perbatasan utara negara bagian Tamaulipas.
Menurut Komisi Pencarian Orang Hilang Meksiko, polisi negara bagian, polisi federal, tentara dan tim jaksa ikut serta dalam operasi pencarian itu. Selain 19 migran yang hilang minggu lalu itu, 25 migran lain juga diculik dari bis berbeda bulan lalu; sehingga total seluruh migran yang hilang mencapai 44 orang.
Baca Juga :
- Tak Miliki PKKPRL dan AMDAL, Izin Tersus PT TMN Dicabut Kemenhub Tapi Masih Ngeyel Beroperasi – GERAK Sultra Desak Kejati Turun
- Proyek Hilirisasi Miliaran Dolar Terancam Seret, Komisi XII DPR RI : Kepastian RKAB Harga Mati
- Peringati HUT ke-30, Polda Sultra Gelar Doa Bersama Hadirkan Ustadz Das’ad Latif
- BAHAYA! Truk Bahan Curah Bebas Masuk Kapal Ferry Kendari-Konkep, JPKP Nasional Ancam Lapor Kemenhub
- PT Tiran Group Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal, Ribuan Warga Sultra Terserap
- KKJ Sultra Mengecam Keras Kadispar Sultra Menyebut Wartawan Idiot
Upaya pencarian yang dinamakan “Operasi Mencari Korban Hidup-Hidup” terutama ditujukan untuk mencari 19 korban dalam insiden terbaru. Belum jelas apakah ada upaya terpisah untuk menemukan 25 korban sebelumnya, meskipun sebagian pejabat Meksiko memperkirakan para korban mungkin sudah berada di Amerika.
Pemerintah Meksiko belum mengumumkan kewarganegaraan korban yang diculik, tetapi diyakini berasal dari Amerika Tengah.
Baca Juga :
- Gandeng Kejati Sultra, Gubernur Percepat Pengamanan Aset Daerah dan Tata Kelola SDA
- GERAK SULTRA Apresiasi Rencana Kejati Sultra Cek dan Verifikasi Tambang Nikel di Pulau-Pulau, Termasuk Pasca Tambang Milik Istri Gubernur Sultra ASR Juga
- Gubernur Sultra Tantang Penegak Hukum (Satgas PKH) Periksa Istrinya Terkait PT TMS yang Menambang Nikel di Hutan Lindung Pulau Kabaena
- Harga Acuan Nikel September Turun, HMA Tercatat US$16.733,33 per WMT
- Trump Berikan Penghargaan Medal of Freedom kepada Mariano Rivera
- Toilet Emas 18 Karat Dicuri dari Istana Blenheim di Inggris
Penculikan itu mengingatkan pada peristiwa mengerikan tahun 2011, ketika puluhan penumpang bis dipaksa keluar oleh kelompok narkoba di Tamaulipas, dibunuh dan kemudian mayatnya dikubur di satu kuburan massal. Tahun 2010 puluhan migran juga diculik dan dibantai oleh kelompok yang sama.
Itulah sebabnya kafilah migran yang menyebrangi Meksiko beberapa bulan terakhir ini sedapat mungkin tidak melalui Tamaulipas, meskipun kota itu merupakan rute tersingkat menuju ke Amerika. [em]











