Reporter: Muhamad Erfin
Editor : Taya
KENDARI – Unit Pelaksana Teknis Dinas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Poasia berkomitmen untuk mendukung visi Pemerintah Kota Kendari, dalam mewujudkan ‘Kota Layak Huni’
Melaksanakan komitmennya ini, Puskesmas Poasia melaksanakan berbagai inovasi dan program, dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Tata Usaha Puskesmas Poasia, Haryono mengatakan, salah satu program yang dilaksanakan yakni Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM).
Selain itu, kata Haryono, pihaknya juga melaksanakan kegiatan inovatif untuk menunjang pelayanan puskesmas, seperti Puskesmas ramah anak, pelayanan pasien gangguan jiwa dan rehabilitasi narkoba.
Hal lainnya, yakni meningkatkan pelayanan fasilitas Puskesmas agar pasien nyaman ketika berobat di Puskesmas seperti mesin antrian, pengembangan poliklinik layanan yang meliputi poliklinik khusus pelayanan lansia.
“Selebihnya tentang sarana komunikasi antara pemberi layanan dengan pengguna layanan,” katanya, Senin (11/11/2019).
Baca Juga :
- JIKA GIBRAN TIDAK MEMENUHI SYARAT, APAKAH AKAN BERIMBAS KEPADA PRABOWO?
- Tujuh Tahun Tragedi Randi–Yusuf : Ketika Keadilan Belum Menemukan Titik Terang
- Tambang Nikel PT Kasmar Tiar Raya Telan Korban, M Nawir Dianiaya hingga Kritis di RS Jafar Harun
- Diduga Sedang Liputan Pembayaran Lahan, Kades Herman Rangkap Jadi Humas PT Kasmar Tiar Raya di Kolut Aniaya M Nawir Hingga Kritis
- Ber ID Card Warta Global, Oknum Kades Mekuasseng Diduga Aniaya M Nawir Hingga Tak Sadar Diri di RS Jafar Harun Kolut
- Turnamen Futsal SD 84 Kendari Cup 1 Jadi Ajang Pencarian Bakat Atlet Cilik
Haryono juga menuturkan dengan adanya peningkatan layanan utama jumlah kunjungan dan rehabilitasi saat ini, pihaknya membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) baru yang mumpuni di bidang kesehatan.
“Di puskesmas Poasia ini perlu adanya penambahan sumber daya manusia mengingat peningkatan jumlah kunjungan yang kuantitatif dan rehabilitatif itu menandakan bahwa di Puskesmas ini perlu penambahan tenaga kerja,” katanya. (A)











