oleh

Oknum Dosen yang Diduga Mencabuli Mahasiswi Datangi Rumah Korban

-NEWS-326 dibaca

KENDARI,MEDIAKENDARI.COM – Diduga seorang dosen asal Universitas Halu Oleo (UHO) bergelar prof setelah melakukan pelecehan seksual kepada mahasiswinya kini ia datang ke rumah korban, pada Rabu 20 Juli 2022, sebelum waktu magrib.

Tujuan dari kedatanganya yakni ingin bersilahturhmi dan sekaligus meminta maaf atas kekhilafan yang ia perbuat kepada korban.

Hal itu dibenarkan oleh paman korban, Mashur saat dikonfirmasi. Kedatangan oknum dosen tersebut secara tiba-tiba, sebab dirinya sedang duduk bermain handphone di teras rumah yang kemudian melihat dosen itu datang dan menanyakan sih korban.

Baca Juga : Percepat Program PTSL, Ruslan Emba Lantik Panitia Ajudikasi

“Kedatangan dosen itu tiba-tiba, soalnya saat saya sedang duduk di teras rumah tiba-tiba dosen itu datang dengan alasan ingin silahturahmi dan meminta maaf,” ujarnya, Rabu 20 Juli 2022.

Selain dari itu, oknum dosen tersebut juga mencoba meminta kepada keluarga korban untuk mencabut laporan polisi yang telah dibuat.

Namun, kata  Mashur, untuk persoalan maaf dari pihak keluarga memaafkan. Tetapi terkait untuk mencabut laporan polisi keluarga menolak dan proses hukum harus tetap dilanjutkan.

“Kami memaafkan namun terkait dengan untuk mencabut laporkan kami tidak mau,” terangnya.

Lebih lanjut, Mashur menyanpaikan bahwa korban lain dari oknum dosen tersebut yang telah dilecehkan juga, hanya mahasiswi tersebut tidak berani untuk melaporkannya.

Baca Juga : Dinas Kominfo Sultra Terima Penghargaan Gubernur atas Capaian Realisasi APBD Semester I

“Korban yang lain yang dia lecehkan ada, tadi mantan mahasiswinya ketemu saya dan sampaikan dia pernah mengalami hal serupa, hanya saja ia takut untuk melaporkan” katanya.

Olehnya, ia berharap kepada pihak kepolisian agar dapat menjalankan tugas secara profesional dan mengadili kasus itu dengan seadil adilnya.

Terakhir kelurga korban juga berharap kepada Rektor UHO agar dapat memberikan sangsi kepada oknum dosen tersebut yang diduga telah melecehkan keponakannya itu.

 

Reporter : Muhammad Ismail