oleh

P2TP2A Sebut Kasus KDRT 2017 Menurun, LBH Kendari Bilang Ada Kenaikan

-FEATURED-123 dibaca

KENDARI – Disepanjang tahun 2017 ini, Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Kendari, hanya menangani kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebanyak empat Kepala Keluarga (KK). Sementara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari menangani sebanyak enam perkara terkait KDRT dalam laporan akhir tahunnya, pada Jumat (22/12).

Kepala Bidang P2TP2A Kota Kendari, Waode Siti Supinawati mengatakan, ada banyak penyebab mengapa kasus KDRT di Kendari menurun, salah satu alasan menurutnya adalah masih merasa malu untuk melaporkan ke P2TP2A.

“Khusus KDRT di Kendari di tahun 2017 menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Alasanya mungkin mereka masih malu melaporkan kasusnya ke kami,” ungkap Supinawati saat ditemui di Kantor Walikota Kendari, Jumat (22/12).

Kepala Bidang P2TP2A Kota Kendari, Waode Siti Supinawati. (Foto: Waty)
Pramuka

Supinawati menjelaskan, terjadinya KDRT biasanya dipicu oleh kekerasan dan persoalan ekonomi. Untuk kasusnya sendiri lanjutnya, berada di wilayah Kecamatan Abeli dan Poasia.

“Kami memang kerja sama dengan tim Kepolisian, jadi untuk kasus itu selalu ke kami, dari Polisi mereka langsung ke kami ada juga beberapa yang langsung ke P2TO2 Kendari,” ucapnya.

Sementara itu ditempat berbeda, Direktur LBH Kendari, Anselmus AR Masiku menerangkan, untuk disepanjang tahun 2017, pihaknya telah menangani enam perkara KDRT.

“Itu belum terhitung dengan yang berkonsultasi ke Kantor LBH. Keseluruhannya itu tidak kurang dari 40 orang, jadi ada peningkatan kasus,” terang Ansel dalam kegiatan laporan akhir tahun LBH Kendari disalah satu hotel Kendari.

Lanjut Ansel, masih kurangnya korban KDRT yang melapor, menurutnya diakibatkan kurangnya sosialisai yang dilakukan oleh pemerintah.

“Masalahnya UU KDRT itu belum tersosialisasikan dengan baik,” pungkasnya.

Reporter: Waty
Editor: Kardin

Terkini