Reporter: Safrudin Darma
Editor : Kang Upi
BURANGA – Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) menampilkan beragam hasil pertanian organik khas Butur di Apkasi Otonomi Expo 2019 di JCC, Senayan, Rabu (3/7/2019).
Dalam event tahunan yang digagas Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ini, Pemda Butur memanfaatkannya untuk pengembangan produk lokal bernilai ekspor dengan membangun mitra bisnis.
Bupati Butur, Abu Hasan melalui Kasubag Protokoler Pemda Butur Hamsi menjelaskan, komoditas lokal yang bernilai ekspor dapat dijual dengan membangun kemitraan bisnis untuk peningkatan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“Karena tujuan dan hasil yang ingin dicapai jelas sangat bermanfaat bagi kemajuan perekonomian masyarakat, oleh karena itu Pemda Butur serius ikut mempromosikan komoditas unggulan daerah tersebut,” jelas Hamsi.
Baca Juga :
- DPP LAT Sultra Gelar Rapat Evaluasi, Lukman Abunawas Arahkan Pengurus Melakukan Secara Rutin dan Menyeluruh
- Jalin Kerjasama Bantuan Hukum, Wali Kota dan Kajari Kendari Sama-Sama Teken MoU
- Penyidik Pidsus Kejari Konawe telah Periksa 18 Saksi Dugaan Korupsi Dana Insentif di Kantor Bapenda
- Mahasiswa KKN Tematik Literasi UHO 2026 gelar Kerja Bakti dan Penataan Ruang di Balai Desa Desa Simbula Kolut
- Suparman Pagala, Kades Lerehoma Terpilih Hasil PAW, akan Disoal karena Rangkap Jabatan Kepala Security di PT TPM
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Operasikan Perdana Ship to Ship Kolonodale, Perkuat Distribusi B50 di Kawasan Timur Sulawesi
Ia juga mengungkapkan, expo Apkasi merupakan pintu gerbang masuknya investasi dari berbagai pihak, olehnya itu Pemda Butur menampilkan sejumlah produk komoditas unggulan daerah.
“Seperti beras organik, kacang mete, minyak kelapa (BICI VCO) organik, abon ikan cakalang, kripik pisang, Kacang hijau organik, dan kain tenun daerah hasil kerajinan tangan,” ujarnya.
Hamsi juga menuturkan, Pemda serius mengikuti event ini dalam rangka menyukseskan program peningkatan pertumbuhan ekonomi di daerah, seperti Komoditi mente, kelapa, rumput laut dan beras organik.
“Pemda Butur terus mempromosikan komoditas lokal melalui Apkasi agar mampu memenangkan persaingan dan merebut pasar di tingkat nasional, ASEAN, maupun global. Dan itu sudah berjalan sekarang,” pungkasnya. (B)











