Pemkot Kendari Rencanakan Tata Kawasan Bersejarah di Kilometer Nol Kendari

NEWS1,143 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari rencanakan penataan lokasi kilometer nol hingga penataan kawasan heritage atau kawasan bersejarah di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk dijadikan sebagai tempat wisata sejarah.

Penjabat Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu mengatakan penataan kawasan haritage tersebut dengan melihat potensi yang ada di kawasan Kendari Beach hingga Kota Lama. Menurutnya kawasan tersebut mampu menjadi kawasan heritage atau kawasan yang bernilai sejarah tinggi dan dapat dinikmati hingga saat ini.

“Kawasan tersebut banyak peninggalan sejarah mulai dari bangunan hingga benda-benda bersejarah lainnya salah satunya meriam baterai mata peninggalan Jepang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Asmawa mengatakan pihaknya bakal menentukan titik yang berfungsi sebagai lokasi-lokasi sejarah dan menjadi ruang publik yang dapat dinikmati tanpa menghilangkan identitas asli dari kawasan tersebut.

“Program Pemerintah Kota Kendari terkini, khususnya penataan kawasan Teluk Kendari termasuk di dalamnya adalah kawasan kota lama yang rencananya akan kita jadikan sebagai kawasan heritage,” katanya.

Baca Juga : MPC Pemuda Pancasila PP Siak Mantapkan Persiapan Muscab VI

Dia melanjutkan, salah satu yang dijadikan kawasan haritage di kota lama adalah kawasan Pecinan, yakni suatu tempat pemukiman orang Cina merujuk kepada sebuah wilayah kota yang mayoritas penghuninya adalah etnis Tionghoa.

“Kalau misalnya kawasan kota lama itu kawasan Pecinan di Kota Kendari maka ke depan identitas sebagai Pecinan itu harus tetap ada, jangan sampai hilang ditelan bumi, atau hilang ditelan masa,” jelasnya.

Asmawa mengharapkan dengan terbentuknya kawasan bersejarah ini dapat menjadi pengingat tanda awal terbentuknya Kota Kendari, tepatnya bermula di Kelurahan Kandai yang ditandai dengan sebutan Kilometer Nol.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari Fauziah A Rachman mengatakan hingga saat ini proses penataan kawasan wisata sejarah tersebut tengah didiskusikan bersama masyarakat sekitar, terutama kawasan Pecinan yang bakal dijadikan aset Pemkot Kendari sebagai lokasi wisata sejarah.

Baca Juga : SDN 30 Kendari Siap Tingkatkan Prestasi di Tahun 2023

“Saat ini masih ada beberapa warga yang belum menerima untuk diambil alih pemkot sebagai aset daerah, lantaran bayaran ganti rugi dianggap tidak cukup,” bebernya.

Oleh sebab itu, Fauziah mengatakan pihaknya melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sebagai lembaga independen untuk menentukan nilai harga tanah dan bangunannya untuk pembebasan heritage.

“Ada beberapa rumah penduduk yang belum dibebaskan oleh Pemkot, karena banyak yang mau dibayar lebih tinggi. Makanya kami, pak Wali Kota, Kepala Bappeda, Sekda, PU, sudah bertemu dengan masyarakat akan membebaskan lahan tapi harus dinilai dulu oleh KJPP,” katanya.

Setelah dilakukan penilaian dan penentuan harga untuk setiap orangnya, pihak pemerintah mengundang lagi masyarakat yang punya lahan dan diadakan negosiasi.

“Karena bukan kita yang menentukan melainkan kantor jasa penilai publik sebagai instansi independen,” ungkapnya.

Baca Juga : Jumat Curhat, Kapolresta Kendari Banting Domino

Sementara jika masih ada masyarakat yang belum puas dengan hasil penilaian KJPP, maka Pemkot tetap melakukan pembangunan penataan kawasan wisata tersebut,

“Kalau yang tidak mau menerima itu ada aturan pemerintah, untuk pembangunan itu tetap kita jalankan, kemudian nanti uangnya disimpan di pengadilan. Sisa yang bersangkutan berurusan dengan pengadilan, pembangunan tetap berjalan,” tegasnya.

Fauziah menyebut, penilaian akan dilakukan akhir bulan ini jika seluruh masyarakat telah sepakat. Dan penataan kawasan wisata sejarah ini mulai dikerjakan tahun ini.

“Ada gua di Labibia, ada baterai mata di Kelurahan Mata, ada penjara kolonial di dekat Puskesmas Gunung Jati, ditargetkan tahun ini mudah-mudahan akhir bulan ini selesai (penilaian KJPP), kalau mereka sudah mau dinilai ya kita nilai kemudian kita bayar,” tutupnya.

Diketahui, Kilometer Nol Kota Kendari sendiri berada tepat di bawah Jembatan Teluk Kendari atau Jembatan Bahteramas sebagaimana ketentuan rencana detail tata ruang (RDTR).

Reporter: Dila Aidzin

Facebook : Mediakendari