Satpol-PP Baubau Bersiaga di Pos Pasar Rakyat untuk Mengawasi PKL

NEWS328 dibaca

BAUBAU, MEDIAKENDARI.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) bersiaga di pos pasar rakyat untuk mengawasi pedagang kaki lima (PKL) yang tidak tertib dalam berjualan.

Pos jaga itu dibangun di dua pasar rakyat yang berbeda yakni pasar wameo dan pasar karya nugraha.

“Kalau sebelumnya kita lakukan patroli secara rutin dengan menggunakan kendaraan maka untuk tahun ini kita inovasi dengan membuat pos jaga. Jadi di setiap Pasar itu ada pos pemantau dan pengawas dari PKL yang menjual di luar ketentuan misalnya berjualan di bahu jalan. Itu kan tidak boleh,” ungkap Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol-PP Baubau, M Husni dalam keterangannya ditulis Rabu, 18 Januari 2023.

Baca Juga : Ikatan Alumni UMI Sultra Bakal Gelar Muswil Pertama

Husni menjelaskan pihaknya yang berjaga di pos pasar rakyat itu nanti bila menemukan PKL yang menjual tidak sesuai ketentuan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 01 tahun 2015 maka terlebih dahulu mengedepan pendekatan persuasif atau penyampaian secara lisan. Bila tidak indahkan, lanjut Husni, pihaknya bakal mengambil tindakan penertiban.

“Jadi tidak ada lagi komunikasi, langsung eksekusi karena langkah persuasif sudah dilakukan oleh anggota jaga di pos sehingga apa yang kita lakukan lebih efektif dan efisien,” tuturnya.

Baca Juga : SDN 85 Kendari Mantapkan Persiapan Ujian Sekolah Berbasis Digital

Ia menyebut, selama Senin sampai Kamis pos jaga diisi 7 hingga 8 orang setiap regu dengan pembagian shif kerja mulai pukul 08.00-12.00 wita dan pukul 13.00-16.00 wita. Khusus akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu pihaknya menambah jumlah personil menjadi 10-15 orang karena pertimbangan di akhir pekan biasanya ramai pedagang.

“Tujuan adanya kami sebenarnya mengedukasi warga. Kita mulai melakukan terobosan-terobosan baru tahun ini dengan tujuan untuk mengevaluasi dimana kelemahan kami yang ada. Jadi berbeda dengan sebelumnya ketika patroli datang, pedagang semua berhamburan dan itu tidak efektif. Tahun ini mulai efektif, sudah dua kali kami cegah aksi tauran antar pelajar,” ungkapnya.

Penulis : Ardilan